TARAKAN — Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik) yang selama ini menjadi mitra binaan program CSR PEP Tarakan Field sejak 2019, sukses menembus panggung nasional. Produk mereka dipamerkan di hadapan Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Wakil Ketua Harian II Dekranas Sri Suparni Bahlil, dan Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas Metty Herindra dalam forum yang digelar Kementerian ESDM bersama Dekranas.
Kubedistik merupakan kelompok usaha yang dibentuk untuk meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas di Kota Tarakan. Melalui pendampingan berkelanjutan dari PEP Tarakan Field, kelompok ini berhasil mengembangkan batik bermotif khas Kalimantan Utara dengan proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
Head of Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah, menegaskan bahwa partisipasi dalam forum nasional ini bukan sekadar pameran. "Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat. Melalui forum nasional ini, kami ingin menunjukkan bahwa karya masyarakat binaan memiliki kualitas, nilai budaya, dan daya saing untuk tampil di tingkat nasional," ujar Elis dalam keterangan resmi yang diterima di Tarakan.
Dalam ajang tersebut, mitra binaan Kubedistik tidak hanya memamerkan produk. Mereka juga mengikuti coaching clinic dan seminar yang menghadirkan praktisi serta ahli kriya sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi sarana peningkatan kapasitas (upskilling) untuk memperkaya pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan memperluas wawasan para pelaku UMKM dalam mengembangkan produk yang lebih kompetitif.
Manager Communication Relations & CID, Dony Indrawan, menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen menjalankan program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang inovatif dan berdampak. "Sejalan dengan komitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, kami senantiasa mendorong lahirnya inovasi dan produk-produk unggulan masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan, melestarikan budaya daerah, serta memperkuat ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tuturnya.
Local Hero Kubedistik, Sony Lolong, mengaku bangga dapat memperkenalkan Batik Kalimantan Utara di forum nasional. Menurutnya, pengalaman ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan kualitas produk. "Kami berterima kasih kepada PEP Tarakan Field yang selama ini mendampingi kami, mulai dari pengembangan keterampilan hingga membuka kesempatan mengikuti berbagai pameran. Pengalaman ini menambah semangat kami untuk terus berinovasi, menjaga kualitas produk, dan memperkenalkan batik khas Kalimantan Utara kepada masyarakat yang lebih luas," ujar Sony.
Kehadiran Batik Kubedistik di forum nasional menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah mampu melahirkan produk unggulan yang inklusif. Perusahaan berharap batik ini semakin dikenal, memiliki daya saing yang lebih kuat, dan membuka peluang kolaborasi serta akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat binaan di Kalimantan Utara.