Muscab III PDL Tana Tidung Kukuhkan Pengurus Baru, Wagub Minta Program Kerja Realistis dan Kolaboratif

Penulis: Dedi Supriadi  •  Senin, 20 Juli 2026 | 10:53:01 WIB
Wakil Bupati Tana Tidung Sabri membuka Muscab III PDL Kabupaten Tana Tidung di Desa Sapari.

TANA TIDUNG — Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga kebersamaan dan mendukung pembangunan daerah saat membuka Muscab III PDL Kabupaten Tana Tidung. Ia meminta kepengurusan yang baru dikukuhkan tidak bekerja sendiri, melainkan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Program kerja harus disusun melalui musyawarah dan melihat kondisi yang ada. Bangun kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga adat, gereja, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat agar organisasi ini dapat memberikan manfaat,” ujar Sabri dalam sambutannya di Desa Sapari.

Menurutnya, keberadaan PDL tidak boleh hanya dirasakan oleh internal anggota, tetapi harus berdampak luas bagi warga Tana Tidung. Ia menilai organisasi adat memiliki posisi strategis untuk memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Kualitas Pengurus Lebih Penting dari Jumlah Anggota

Ketua DPW PDL Kalimantan Utara, Wempi W. Mawa, yang mengukuhkan langsung kepengurusan baru, menyampaikan bahwa keberhasilan organisasi tidak diukur dari banyaknya anggota. Menurutnya, kapasitas dan integritas pengurus menjadi penentu utama.

“Kelebihan dan kekurangan pengurus merupakan bagian dari kekuatan organisasi. Yang paling penting bagaimana setiap pengurus mampu meningkatkan kualitas diri. Kalau memiliki kemampuan dan integritas, keberadaan organisasi akan selalu diperhitungkan,” kata Wempi.

Ia memberikan sejumlah arahan strategis kepada pengurus baru. Mulai dari memperkuat keterlibatan di tengah masyarakat, menjaga adat dan budaya, hingga meningkatkan peran di bidang pendidikan dan ekonomi. Wempi juga mendorong kaderisasi generasi muda untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan organisasi hingga tingkat provinsi dan nasional.

Pelestarian Budaya Tak Cukup dengan Seremoni

Wempi mengingatkan agar pelestarian budaya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia mendorong pengurus baru mewujudkannya dalam program nyata seperti pengembangan sanggar, desa wisata, dan kegiatan sosial yang melibatkan generasi muda.

“Budaya itu kita. Kalau kita tidak menjaga dan memperkenalkannya, budaya itu tidak akan dikenal oleh orang lain. Karena itu, generasi muda harus menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya,” ujarnya.

Selain bidang budaya, Wempi meminta PDL aktif merespons persoalan sosial yang berkembang, termasuk memberikan perhatian terhadap pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga menekankan pentingnya menyiapkan kader yang memiliki kekuatan, kemampuan finansial, dan kapasitas diri jika ingin berperan di bidang politik.

Anggaran Rp50 Juta untuk Program Diskusi

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan organisasi, DPW PDL Kalimantan Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung program diskusi dan kegiatan PDL Kabupaten Tana Tidung ke depan.

“PDL harus menjadi organisasi yang kuat, berdaya, dan memberikan kontribusi nyata. Kekuatan organisasi bukan hanya terlihat dari dalam, tetapi dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat,” pungkas Wempi.

Muscab III PDL Kabupaten Tana Tidung turut dihadiri oleh Dandim 0914/Tana Tidung, jajaran pengurus PDL, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta keluarga besar Dayak Lundayeh.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: headlinews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top