Utang AS Tembus Rekor US$39,7 Triliun, Investor Mulai Lirik Bitcoin dan Emas sebagai Lindung Nilai

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 09:07:27 WIB
Utang federal Amerika Serikat mencapai rekor US$39,7 triliun, mendorong investor mulai melirik Bitcoin dan emas sebagai aset lindung nilai.

KALIMANTAN UTARA — Data terbaru Departemen Keuangan AS menunjukkan akumulasi utang federal kini setara dengan kapitalisasi pasar mata uang kripto terbesar ke-16, jauh melampaui koin privasi seperti Monero (XMR). Para pendiri LondonCryptoClub, layanan buletin kripto, menyebut laju pertumbuhan ini mendukung apa yang dikenal sebagai debasement trade—strategi membeli emas dan bitcoin yang diuntungkan dari devaluasi mata uang saat pemerintah menghadapi utang tinggi.

"Ini adalah dunia dominasi fiskal dan pada akhirnya akan menentukan kebijakan Fed. Suku bunga harus dijaga tetap rendah secara artifisial dan likuiditas perlu disediakan untuk membantu pendanaan siklus pembiayaan ulang," kata para pendiri LondonCryptoClub kepada CoinDesk. Mereka menambahkan, "Perdagangan 'penurunan nilai' adalah narasi yang populer tahun lalu tetapi kini telah sepi. Namun, ini akan memasuki tahap percepatan!"

Peringatan Ekonom: Buffer Fiskal AS Paling Tipis dalam Sejarah

Peringatan serupa datang dari Torsten Slok, Kepala Ekonom Apollo. Ia memperingatkan rasio utang AS terhadap PDB yang sudah melampaui 120% menyisakan ruang fiskal yang sangat terbatas jika resesi terjadi. "AS belum pernah mengalami resesi dengan buffer fiskal yang sesedikit ini," tulisnya dalam sebuah posting blog pada Mei lalu.

Slok menambahkan, The Fed tidak bisa memangkas suku bunga secara agresif seperti resesi sebelumnya karena akan memicu inflasi dan menekan imbal hasil obligasi. Padahal, pemerintah perlu menerbitkan lebih banyak obligasi dengan imbal hasil tinggi untuk menarik permintaan. Kondisi ini, menurut para analis, bisa memicu permintaan aset yang berada di luar sistem keuangan tradisional, seperti bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Bitcoin Kembali ke Atas US$65.000, Ether Tunjukkan Sinyal Bullish

Di tengah sentimen ini, bitcoin diperdagangkan sedikit di atas US$65.000 pada awal pekan ini, didorong oleh penurunan harga minyak mentah global sebesar 5% setelah Amerika Serikat dan Iran menahan diri dari eskalasi konflik. Ether bahkan mengungguli bitcoin dengan kenaikan mendekati US$1.950, menandakan potensi reli altcoin di depan.

Grafik rasio ether-bitcoin (ETH-BTC) menunjukkan sinyal teknikal bullish. Rasio ini telah melampaui rata-rata pergerakan sederhana (SMA) 100 hari dan 200 hari untuk pertama kalinya sejak pasar bearish dimulai awal tahun ini. Konfigurasi ini menandakan penguatan momentum kenaikan ether dibandingkan bitcoin dalam jangka pendek.

Kabar Buruk di Industri Kripto: Storj Bangkrut, Token Anjlok 16%

Di sisi lain, industri kripto masih dibayangi berita negatif. Perusahaan data cloud terdesentralisasi Storj Labs mengajukan kebangkrutan Chapter 11, menjadi perusahaan kripto keempat dalam tujuh hari terakhir yang mengumumkan kegagalan atau penghentian operasional. Token Storj langsung anjlok 16% setelah pengumuman tersebut. Para analis menilai pergeseran minat investor dari kripto ke kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu penyebabnya.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: coindesk.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top