KALIMANTAN UTARA — Reli pasar saham global masih menjadi pendorong utama pergerakan IHSG. Di tengah optimisme tersebut, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP, dalam riset Rabu (5/8), menyebutkan indeks berpeluang untuk melanjutkan kenaikan. Pelaku pasar kini mencermati sejumlah saham pilihan yang masuk dalam trading idea, di antaranya DSSA, BIPI, UNTR, DEWA, ARCI, dan RAJA.
Indeks acuan di Amerika Serikat kompak menguat tajam pada Selasa (4/8). Dow Jones Industrial Average melonjak 1,71%, S&P 500 melesat 1,79%, dan Nasdaq Composite meningkat 2,59%. Bahkan, Dow Jones dan S&P 500 berhasil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa.
Penguatan ini didorong oleh musim laporan keuangan kuartal II yang solid. Saham Palantir Technologies melonjak 29% setelah kinerjanya melampaui ekspektasi berkat permintaan teknologi AI. Produsen chip juga melanjutkan rally, dengan Micron Technology naik lebih dari 7% dan Marvell Technology melesat hampir 13%. Caterpillar menjadi penyumbang kenaikan terbesar setelah menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan, seiring meningkatnya permintaan alat berat untuk pembangunan pusat data AI.
Di sisi lain, harga minyak mentah justru tertekan. WTI turun 5,69% ke US$75,77 per barel, sementara Brent melemah 5,26% ke US$79,36 per barel. Pelemahan ini dipicu harapan penyelesaian diplomatik konflik antara AS dan Iran yang membuka peluang pembukaan kembali Selat Hormuz.
Bursa Asia pun bergerak mixed. Nikkei 225 naik 0,32%, KOSPI melesat 1,62%, dan KOSDAQ melonjak 5,9%. Namun, Hang Seng Hong Kong dan Taiex Taiwan masing-masing melemah 0,6%. ASX 200 Australia bertambah 1,4%.
BNI Sekuritas memberikan sinyal speculative buy untuk enam saham dengan level entry dan target harga yang telah ditentukan. Berikut rincian trading plan-nya:
Sementara itu, pada perdagangan kemarin (4/8), saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, MDKA, dan BBNI. Aliran dana asing yang masuk ini turut menopang penguatan indeks.
Investasi mengandung risiko.