5 Merek HP Android Populer yang Ternyata Satu Keluarga dengan BBK Electronics

Penulis: Dedi Supriadi  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 02:35:31 WIB
OPPO, Vivo, OnePlus, Realme, dan iQOO pernah tercatat sebagai bagian dari portofolio BBK Electronics.

KALIMANTAN UTARA — BBK Electronics mungkin tidak setenar merek ponsel yang pernah menaunginya, tetapi perusahaan asal Dongguan, China, ini adalah raksasa di balik layar industri smartphone. Didirikan pada 1995, BBK sempat dikenal lewat pemutar DVD, dan kemudian sukses membangun portofolio merek ponsel yang masing-masing menyasar segmen pasar berbeda.

Bagi pengguna di Indonesia, nama-nama seperti OPPO dan Vivo sudah sangat familiar. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa kelima merek populer berikut ini pernah tercatat sebagai bagian dari keluarga besar BBK Electronics.

Daftar Merek yang Pernah Berada di Bawah BBK Electronics

Berikut adalah lima merek ponsel Android populer yang pernah menjadi bagian dari portofolio BBK Electronics:

1. OPPO

OPPO adalah salah satu merek pertama yang dibangun BBK untuk pasar smartphone. Merek ini dikenal agresif dalam hal inovasi kamera dan teknologi pengisian daya cepat (VOOC). Di Indonesia, OPPO konsisten berada di jajaran top lima pengiriman smartphone selama bertahun-tahun.

Strategi OPPO fokus pada segmen menengah hingga premium, dengan lini Reno dan Find sebagai andalan. Keberadaan OPPO di bawah BBK menjelaskan mengapa banyak teknologinya kemudian diadopsi oleh merek lain dalam satu keluarga.

2. Vivo

Vivo didirikan pada 2009 dan menjadi pesaing terdekat OPPO. Merek ini terkenal dengan inovasi kamera selfie dan desain audio berkualitas tinggi. Vivo juga menjadi salah satu pionir dalam teknologi kamera di bawah layar dan pengisian daya super cepat.

Di pasar Indonesia, Vivo memiliki basis pengguna yang kuat di segmen entry-level hingga menengah. Lini V-series dan Y-series menjadi tulang punggung penjualan mereka di tanah air.

3. OnePlus

OnePlus didirikan pada 2013 dengan pendekatan yang berbeda. Merek ini menyasar pasar penggemar teknologi dengan menawarkan spesifikasi flagship dengan harga lebih terjangkau. Slogan "Never Settle" menjadi identitas mereka di awal-awal kemunculan.

Meski sempat menjadi merek paling bergengsi di bawah BBK, OnePlus kini telah bergabung penuh dengan OPPO. Integrasi ini membuat sistem operasi dan layanan purnajualnya disatukan dengan OPPO.

4. Realme

Realme awalnya adalah sub-merek dari OPPO yang diluncurkan pada 2018. Merek ini diposisikan untuk bersaing di segmen entry-level dan menengah dengan strategi harga agresif. Realme kemudian menjadi entitas independen, tetapi tetap berada di bawah payung BBK.

Di Indonesia, Realme dikenal sebagai merek yang menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga kompetitif. Lini Narzo dan GT series menjadi andalan mereka untuk berbagai kalangan.

5. iQOO

iQOO adalah merek yang relatif baru, diluncurkan pada 2019 sebagai sub-merek dari Vivo. Merek ini dirancang untuk bersaing di segmen smartphone gaming dengan spesifikasi kelas atas dan harga yang lebih agresif dibanding flagship utama.

iQOO tidak terlalu populer di Indonesia dibandingkan merek lain dalam daftar ini, tetapi kehadirannya di pasar global cukup signifikan. Merek ini menjadi jawaban BBK untuk pasar pengguna yang menginginkan performa gaming maksimal.

Mengapa Merek-Merek Ini Sering Terlihat Mirip?

Kepemilikan bersama ini menjelaskan banyak hal. Teknologi seperti pengisian daya cepat, sensor kamera, dan bahkan desain antarmuka sering kali dibagikan antar merek. Misalnya, teknologi pengisian daya 65W dari OPPO juga muncul di OnePlus dan Realme.

Selain itu, rantai pasokan dan pabrik manufaktur juga sering digunakan bersama. Ini memungkinkan BBK menekan biaya produksi dan menawarkan harga yang kompetitif untuk setiap mereknya.

Bagaimana Kondisi BBK Electronics Sekarang?

Struktur kepemilikan ini mulai berubah. OPPO, Vivo, dan Realme kini beroperasi lebih independen dengan manajemen terpisah. OnePlus telah sepenuhnya merger dengan OPPO, sementara iQOO tetap menjadi sub-merek Vivo.

Untuk konsumen, perubahan ini tidak banyak berpengaruh pada kualitas produk. Setiap merek tetap memiliki tim riset dan pengembangan sendiri, meskipun berbagi sumber daya dari induk perusahaan.

Bagi pembeli di Indonesia, memahami sejarah ini berguna untuk mengenali pola harga dan fitur. Jika Anda pernah menggunakan OPPO dan ingin mencoba merek lain, kemungkinan besar pengalaman penggunaannya tidak akan jauh berbeda karena fondasi teknologinya berasal dari sumber yang sama.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: bgr.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top