KALIMANTAN UTARA — Gelombang kebocoran gameplay GTA 6 beberapa pekan terakhir dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjebak gamer yang tak sabar mencoba game besutan Rockstar Games lebih awal. Alih-alih mendapatkan file full build, korban justru berpotensi kehilangan kendali atas perangkatnya.
Hasil analisis komunitas keamanan yang dikutip Tom's Hardware menunjukkan hampir seluruh ukuran file merupakan data kosong berupa angka biner nol. Kamuflase ini sengaja dipakai agar file terlihat seperti game AAA sungguhan.
Komponen berbahaya yang sebenarnya hanya berukuran sekitar 50 KB. Setelah didekompilasi, kode tersebut berisi perintah PowerShell untuk memasukkan seluruh drive C ke daftar pengecualian Windows Defender dan menghentikan sejumlah software keamanan lainnya.
File palsu ini muncul beberapa hari setelah rentetan kebocoran materi GTA 6 yang diduga berasal dari pihak bernama Cyberleek. Kebocoran itu mencakup potongan gameplay dan informasi peta Leonida, yang memicu aksi hukum dari Take-Two Interactive untuk mengidentifikasi penyebarnya.
Momen ini menjadi celah sempurna bagi penjahat siber. Semakin banyak gamer mencari versi bocoran yang bisa dimainkan, semakin besar peluang penyebaran malware melalui klaim seperti leaked playable version.
Kasus ini menunjukkan hype game besar bisa menjadi senjata social engineering yang efektif. Gamer yang biasanya berhati-hati dapat terdorong mengambil risiko saat melihat klaim menjanjikan dari sumber tidak resmi.
Dampaknya bukan sekadar file kosong yang terunduh. Dengan Windows Defender yang dinonaktifkan, perangkat menjadi terbuka lebar terhadap serangan lanjutan seperti ransomware, pencurian data, hingga akses jarak jauh oleh peretas.
Sampai peluncuran resmi GTA 6 pada November mendatang, klaim mengenai versi game yang bisa dimainkan dari sumber tidak resmi sebaiknya dianggap mencurigakan. Gamer disarankan hanya mengunduh dari kanal resmi dan menjaga Windows Defender serta firewall tetap aktif.
Bagi pengguna yang sudah terlanjur mengunduh file mencurigakan, langkah cepat yang bisa dilakukan adalah memutus koneksi internet, menjalankan pemindaian penuh dengan antivirus alternatif, dan mempertimbangkan pemulihan sistem ke titik sebelum file diunduh.