KALIMANTAN UTARA — Proyek film Mojoku Hilang! menghadirkan tantangan tersendiri bagi Adipati Dolken. Jika biasanya ia harus membangun chemistry dengan aktor atau aktris, kali ini ia justru harus menjalin kedekatan dengan Mojo, seekor sapi yang menjadi tokoh kunci dalam cerita.
Dalam sesi tanya jawab usai press screening di CGV fX Sudirman, Jakarta, Senin (24/8), Adipati mengaku proses membangun chemistry dengan Mojo membutuhkan kesabaran ekstra. Ia dan tim harus memahami suasana hati sang sapi agar mau diajak bekerja sama.
"Membangun chemistry sama Mojo memang lumayan ada prosesnya. Setiap hari kami bangun pagi untuk memandikan dia, memberikan makan, dan ngobrol, walaupun sebenarnya aku yang ngobrol sendiri karena dia cuma diam," ungkap Adipati.
Proses tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya Mojo mogok makan dan enggan bergerak, sehingga seluruh kru harus menunggu hingga sapi tersebut kembali nyaman.
"Kalau dia enggak mau makan, kami pancing-pancing supaya dia mau makan dan bergerak. Kalau tetap enggak mau, ya sudah, kami duduk saja dulu menunggu dia mau makan lagi. Memang lumayan sulit, tapi itu prosesnya dan kami menikmati itu," tuturnya.
Perjuangan Adipati dimulai jauh sebelum syuting. Untuk meyakinkan sutradara, ia harus mengirimkan 20 video audisi karena merasa hasilnya belum cukup baik. Ia bahkan sempat ragu dan menunda membalas tawaran casting tersebut.
"Aku sampai bikin 20 kali video untuk casting karena aku merasa enggak bagus-bagus. Jadi kayak masih kurang, masih kurang, masih kurang. Aku juga membalas tawaran mereka lumayan lama karena enggak yakin bisa. Tapi akhirnya aku kirim 20 video dan diterima," ungkapnya.
Tantangan lain muncul saat proses reading. Adipati mengaku sempat mengecewakan rekan-rekan pemainnya karena belum menguasai bahasa Melayu. Berkat kesabaran Mimi Lana dan pemain lainnya, ia perlahan dibantu hingga mampu melewati kesulitan tersebut.
Mojoku Hilang! berkisah tentang Adi, seorang budak korporat di perusahaan peternakan Moo Magic yang berambisi naik jabatan. Demi mencapai tujuannya, ia melakukan branding besar-besaran terhadap Mojo, sapi viral yang tengah ramai dibicarakan di media sosial.
Namun, aksi eksploitasi yang dilakukan Adi menuai protes dari para peternak lokal di Perlis. Penentang paling lantang adalah Ayu, seorang perempuan tegas dari desa yang justru menarik perhatian Adi. Ketegangan memuncak ketika Mojo diculik oleh penduduk setempat, memaksa Adi menyamar sebagai orang kampung untuk berbaur dan mencari sapi tersebut.
Film ini turut dibintangi oleh Mimi Lana dan para pemain lainnya. Pertanyaannya, akankah Adi berhasil membawa pulang Mojo sekaligus memenangkan hati Ayu? Saksikan kelanjutan kisahnya di bioskop mulai 28 Agustus.