Gelar Karya Benuanta 2026 di Tanjung Selor: Anggota DPRD Kaltara Nilai Wastra Lokal Bisa Buka Peluang Ekonomi Baru

Penulis: Dedi Supriadi  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 10:31:32 WIB
Peragaan busana karya wastra Kalimantan Utara menjadi daya tarik utama dalam Gelar Karya Benuanta 2026 di Tanjung Selor.

TANJUNG SELOR — Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara menghadirkan kekayaan wastra dan produk kreatif daerah ke panggung promosi melalui Gelar Karya Busana Benuanta dan Karya Kreatif Benuanta 2026. Kegiatan yang berlangsung di Tanjung Selor itu mengusung tema "Karisma Wastra Benuanta: Mengukir Jejak Budaya Kaltara Lewat Karya Busana", mempertemukan unsur budaya, fesyen, dan produk kreatif dalam satu ajang.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Kornie Serliany, ST hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai peran Bank Indonesia dalam pengembangan karya lokal penting, terlebih ketika produk budaya mulai diarahkan memiliki nilai ekonomi.

Wastra Kaltara Simpan Cerita dan Nilai Tambah Ekonomi

"Wastra Kaltara memiliki cerita dan karakter yang kuat. Ketika dikembangkan melalui karya busana dan produk kreatif, kekayaan budaya itu bisa memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelakunya," ujar Kornie.

Menurut Kornie, wastra tidak semestinya berhenti sebagai simbol tradisi. Bahan-bahan itu dapat dikembangkan menjadi bahan baku fesyen dan produk turunan yang mengikuti permintaan pasar, sehingga penguatan identitas budaya berjalan seiring dengan peningkatan nilai ekonomi.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Produk Kreatif Daerah

Kornie menegaskan bahwa ekonomi kreatif tidak dapat tumbuh sendiri. Pelaku UMKM, perancang busana, komunitas, pemerintah, hingga lembaga keuangan punya peran masing-masing dalam membangun ekosistem agar produk daerah bisa berkembang.

Tanpa dukungan yang saling menguatkan, produk kreatif berisiko berhenti pada agenda seremonial. Diperlukan sinergi berkelanjutan agar karya pelaku usaha semakin dikenal dan pasarnya bertambah luas.

"Kolaborasi seperti ini perlu terus dibangun. Pelaku UMKM dan desainer membutuhkan ruang untuk memperkenalkan produknya, sementara masyarakat perlu lebih banyak melihat bahwa Kaltara memiliki karya lokal yang layak dikembangkan," kata Kornie.

Bank Indonesia Beri Ruang Promosi dan Perluasan Jaringan Pasar

Gelar karya yang digagas Bank Indonesia tersebut menjadi wadah bagi pelaku kreatif untuk memperkenalkan hasil karyanya. Pameran dan peragaan busana diharapkan menjadi pintu masuk produk lokal ke pasar yang lebih luas sekaligus menghubungkan pelaku usaha dengan jejaring baru.

Keterlibatan Bank Indonesia dalam kegiatan ini juga memperlihatkan keterkaitan antara pengembangan ekonomi kreatif dengan pemberdayaan pelaku usaha daerah. Ruang promosi, penguatan kapasitas, dan perluasan jejaring menjadi bagian penting agar produk kreatif tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

"Harapannya kegiatan seperti ini memberi dampak nyata bagi pelaku usaha. Karya mereka bisa semakin dikenal, pasarnya bertambah, dan produk budaya Kaltara tetap memiliki tempat di tengah perkembangan industri kreatif," pungkas Kornie.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: headlinews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top