KALIMANTAN UTARA — Pernah membayangkan barang yang hilang puluhan tahun lalu bisa kembali ke tangan pemiliknya? Itulah yang terjadi pada seorang pendaki asal Bavaria, Jerman. Ransel yang ia buang ke celah es di Gletser Sulztalferner pada 4 Agustus 1963 akhirnya ditemukan utuh, meski kondisinya lapuk dimakan zaman.
Kepolisian Negara Bagian Tyrol memperkirakan perlengkapan itu berasal dari era 1950-an atau 1960-an. Kondisinya memang tidak bisa dibilang baik. Kapak es, kamera, dan peluit yang tersimpan di dalam ransel sudah rapuh setelah puluhan tahun tertimbun es.
Dari situ, Kepolisian Alpen Austria melakukan penelusuran dan berhasil menghubungi pria berusia 86 tahun yang kini tinggal di Bavaria. Ia membenarkan bahwa ransel, kapak es, dan kamera itu adalah miliknya. Ingatannya tentang kejadian 63 tahun lalu pun masih jelas.
Saat itu, ia mendaki Sulztalferner bersama teman-temannya. Saat melintasi gletser, ia terperosok ke dalam celah es atau crevasse. Beruntung rombongan sedang terikat tali sehingga teman-temannya bisa menahan tubuhnya. Ia kemudian berhasil keluar menggunakan prusik loop—simpul gesekan yang dipakai pendaki untuk bergerak di sepanjang tali.
Saat ditarik keluar, ia melepas ranselnya dan membuangnya ke dalam celah es agar tubuhnya lebih ringan dan mudah diselamatkan. Keputusan itu menyelamatkan nyawanya, tetapi ia harus kehilangan seluruh perlengkapan pendakiannya.
Putra pria tersebut mengucapkan terima kasih kepada pendaki yang menemukan ransel itu dan polisi yang berhasil melacak ayahnya. Ia juga menyadari bahwa jika ayahnya tidak selamat dari kecelakaan pada 1963, keluarganya mungkin tidak akan ada seperti sekarang. Ransel itu menjadi pengingat bahwa satu keputusan di tengah bahaya bisa menentukan hidup mati seseorang.
Bagi traveler yang berencana mendaki kawasan glasial seperti di Tyrol, kejadian ini mengingatkan betapa pentingnya perlengkapan keselamatan seperti tali, prusik loop, dan pengetahuan tentang cara keluar dari crevasse. Peralatan yang tepat bisa menjadi pembeda antara hidup dan celaka.