Ransel Pendaki 1963 Muncul Setelah Gletser Austria Menyusut, Dikembalikan ke Pemiliknya

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 22:49:31 WIB
Ransel milik pendaki asal Bavaria yang hilang di Gletser Sulztalferner pada 1963 ditemukan utuh di ketinggian 2.955 meter dan diserahkan kepada putranya.

KALIMANTAN UTARA — Pernah membayangkan barang yang hilang puluhan tahun lalu bisa kembali ke tangan pemiliknya? Itulah yang terjadi pada seorang pendaki asal Bavaria, Jerman. Ransel yang ia buang ke celah es di Gletser Sulztalferner pada 4 Agustus 1963 akhirnya ditemukan utuh, meski kondisinya lapuk dimakan zaman.

Penemuan di Ketinggian 2.955 Meter

Seorang pendaki menemukan ransel tersebut pada 16 Juli 2026 di kawasan Sulztalferner, Tyrol, Austria. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 2.955 meter di atas permukaan laut. Barang itu bukan muncul begitu saja—gletser yang terus menyusut akibat perubahan iklim perlahan "memuntahkan" kembali benda-benda yang lama terkubur di dalam es.

Kepolisian Negara Bagian Tyrol memperkirakan perlengkapan itu berasal dari era 1950-an atau 1960-an. Kondisinya memang tidak bisa dibilang baik. Kapak es, kamera, dan peluit yang tersimpan di dalam ransel sudah rapuh setelah puluhan tahun tertimbun es.

Kronologi Kecelakaan 1963

Saat ditemukan, polisi awalnya tidak tahu siapa pemilik barang tersebut. Investigasi pun dilakukan karena ada kemungkinan barang itu berkaitan dengan kecelakaan pendakian lama. Petunjuk akhirnya ditemukan dari dokumen di dalam ransel—meski rusak, nama pemilik masih terbaca samar.

Dari situ, Kepolisian Alpen Austria melakukan penelusuran dan berhasil menghubungi pria berusia 86 tahun yang kini tinggal di Bavaria. Ia membenarkan bahwa ransel, kapak es, dan kamera itu adalah miliknya. Ingatannya tentang kejadian 63 tahun lalu pun masih jelas.

Saat itu, ia mendaki Sulztalferner bersama teman-temannya. Saat melintasi gletser, ia terperosok ke dalam celah es atau crevasse. Beruntung rombongan sedang terikat tali sehingga teman-temannya bisa menahan tubuhnya. Ia kemudian berhasil keluar menggunakan prusik loop—simpul gesekan yang dipakai pendaki untuk bergerak di sepanjang tali.

Saat ditarik keluar, ia melepas ranselnya dan membuangnya ke dalam celah es agar tubuhnya lebih ringan dan mudah diselamatkan. Keputusan itu menyelamatkan nyawanya, tetapi ia harus kehilangan seluruh perlengkapan pendakiannya.

Makna Penemuan bagi Keluarga

Karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, pria tersebut tidak bisa datang ke Neustift untuk mengambil barangnya. Pada Selasa (25/8), seorang polisi Alpen menyerahkan ransel dan perlengkapan tersebut kepada putranya. Penyerahan itu bukan sekadar mengembalikan barang hilang—bagi keluarga, ini punya arti yang jauh lebih dalam.

Putra pria tersebut mengucapkan terima kasih kepada pendaki yang menemukan ransel itu dan polisi yang berhasil melacak ayahnya. Ia juga menyadari bahwa jika ayahnya tidak selamat dari kecelakaan pada 1963, keluarganya mungkin tidak akan ada seperti sekarang. Ransel itu menjadi pengingat bahwa satu keputusan di tengah bahaya bisa menentukan hidup mati seseorang.

Pelajaran dari Gletser yang Menyusut

Penemuan ini menjadi pengingat nyata bahwa gletser di seluruh dunia sedang menyusut dengan cepat. Benda-benda yang terkubur puluhan tahun—mulai dari peralatan pendaki hingga bangkai pesawat—kini mulai bermunculan. Bagi para pendaki, ini juga jadi catatan penting: gunung dan gletser adalah lingkungan yang dinamis, dan jejak sejarah bisa muncul kapan saja.

Bagi traveler yang berencana mendaki kawasan glasial seperti di Tyrol, kejadian ini mengingatkan betapa pentingnya perlengkapan keselamatan seperti tali, prusik loop, dan pengetahuan tentang cara keluar dari crevasse. Peralatan yang tepat bisa menjadi pembeda antara hidup dan celaka.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top