KALIMANTAN UTARA — Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mempercepat program swasembada bawang putih. Dirjen yang membidangi tanaman pangan telah diterbangkan ke sejumlah negara penghasil bawang putih terbesar di dunia, seperti China dan India, untuk mendapatkan bibit unggul.
"Kami ingin bergerak cepat, tapi ternyata bibit itu tidak mudah. Sampai sudah ke Cina, ke India sudah," kata Amran dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Amran menegaskan, persoalan terbesar dalam upaya swasembada bukan terletak pada anggaran, melainkan ketersediaan bibit yang sangat terbatas. Padahal, kebutuhan bawang putih nasional maksimal hanya sekitar 100 ribu ton per tahun.
"Kita butuh hanya 100 ribu maksimal. Sedangkan padi kan 7 juta, tapi bukan karena anggarannya, kami bisa pindahkan. Bukan karena anggarannya, tetapi karena bibitnya sangat terbatas," jelasnya.
Bibit yang berhasil diperoleh dari luar negeri saat ini tidak langsung ditanam massal. Langkah pertama adalah memperbanyak bibit tersebut di dalam negeri melalui perbanyakan vegetatif, sehingga produksi dapat ditingkatkan secara signifikan.
Dengan strategi perbanyakan bibit itu, pemerintah optimistis produksi bawang putih nasional bisa melonjak besar pada 2028. "Tapi ini kita bibitkan supaya 2028 bisa lebih besar. Kami upayakan swasembada secepatnya," ujar Amran.
Dalam kesempatan yang sama, Komisi IV DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementan untuk 2027 sebesar Rp 28,01 triliun. Tak hanya itu, komisi yang membidangi pertanian ini juga mengiyakan usulan tambahan anggaran Rp 5 triliun yang akan difokuskan untuk mengembangkan komoditas strategis perkebunan.
Dana tambahan tersebut dialokasikan untuk pengembangan komoditas seperti kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, hingga jambu mete. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh, tidak hanya pada sektor bawang putih.