Menteri PU Dody Hanggodo Bicara Soal Tanggap Darurat Infrastruktur, Simak bagi Warga Kalimantan Utara

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 02 September 2026 | 17:07:01 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan pernyataan mengenai protokol tanggap darurat infrastruktur bagi wilayah terdampak bencana, termasuk Kalimantan Utara.

Jakarta — Ketika bencana alam melumpuhkan akses jalan, merobohkan jembatan, atau menghentikan pasokan air bersih, publik di Kalimantan Utara maupun daerah lain biasanya langsung menyoroti satu hal: kecepatan negara dalam merespons dan menyelamatkan warga terdampak.

Menteri PU Dody Hanggodo menilai kecepatan respons dalam penanganan darurat infrastruktur bukan semata ukuran teknis, melainkan wujud kehadiran negara secara langsung di tengah masyarakat yang tertimpa musibah, tak terkecuali di Kalimantan Utara.

Dody menekankan setiap detik amat berarti saat bencana melumpuhkan konektivitas wilayah. Karena itu, Kementerian PU sudah menerapkan protokol tanggap cepat yang mewajibkan tim balai teknis daerah — termasuk yang menjangkau Kalimantan Utara — turun ke lokasi terdampak dalam hitungan jam, tanpa menunggu instruksi berjenjang dari pusat.

Ia menambahkan penjelasan soal langkah teknis timnya di lapangan, yang juga menjadi acuan penanganan di Kalimantan Utara: "Saat infrastruktur lumpuh, fokus utama kami adalah membuka isolasi wilayah. Tim bergerak cepat memasang jembatan bailey, mengerahkan alat berat untuk pembersihan material, serta memastikan akses logistik bantuan dan evakuasi warga dapat melintas," ujar Menteri PU Dody Hanggodo, Rabu (2/9/2026).

Di luar pemulihan jalan, pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana turut dikejar bersamaan. Sarana air bersih dan sanitasi darurat disebar ke titik-titik pengungsian agar krisis kesehatan susulan bisa dicegah, termasuk di Kalimantan Utara.

Menurut Dody, pola penanganan sekarang mengintegrasikan tahap tanggap darurat, mitigasi risiko, sampai rekonstruksi pascabencana sekaligus. Prinsip build back better diterapkan supaya infrastruktur yang dibangun ulang, tak terkecuali di Kalimantan Utara, lebih tahan menghadapi bencana serupa ke depan.

Meski begitu, Dody mengakui luasnya geografi Indonesia yang dipenuhi wilayah rawan bencana menuntut kolaborasi semua pihak. Sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah seperti Kalimantan Utara, TNI-Polri, hingga masyarakat lokal jadi kunci agar pemulihan bisa berjalan optimal.

Lewat komitmen respons cepat dan penanganan terukur, Kementerian PU terus memastikan jaringan konektivitas serta sarana vital bisa segera pulih. Kecepatan langkah ini jadi bukti utama negara hadir sigap memulihkan kehidupan masyarakat terdampak, tak terkecuali di Kalimantan Utara.

Reporter: Redaksi
Back to top