KALIMANTAN UTARA – Program Officer Development Program (ODP) Batch 21 dari PT Summarecon Agung Tbk kembali dibuka, dan program semacam ini biasanya jadi incaran banyak lulusan baru. Berikut alasan kenapa program development seperti ini menarik minat lulusan D3 dan S1.
Berbeda dari melamar posisi entry-level biasa yang langsung menempatkan karyawan di satu peran tetap, ODP menawarkan jalur pengembangan karier yang lebih terstruktur. Peserta mendapat pelatihan kompetensi teknis dan nonteknis, sehingga persiapan menuju posisi lebih tinggi jadi lebih terarah.
Salah satu daya tarik utama ODP adalah sistem rotasi ke berbagai unit pengembangan Summarecon. Mengingat bisnis perusahaan ini mencakup tiga segmen besar — pengembangan properti, properti investasi, serta rekreasi dan perhotelan — peserta berkesempatan memahami operasional bisnis secara lebih luas dibanding kalau langsung bekerja di satu divisi saja.
PT Summarecon Agung Tbk bukan perusahaan baru. Berdiri sejak 26 November 1975 oleh Soetjipto Nagaria, perusahaan ini memulai bisnisnya dari proyek pengembangan Kelapa Gading, Jakarta Utara — mengubah lahan rawa 10 hektare menjadi kawasan hunian terpadu yang sekarang jadi salah satu kawasan mapan di Jakarta Utara.
Tidak seperti sebagian lowongan yang membatasi jurusan tertentu, ODP Batch 21 terbuka bagi lulusan D3 atau S1 dari berbagai jurusan relevan. Ini memperluas peluang bagi lulusan dari latar belakang pendidikan yang beragam.
Kandidat yang sudah punya pengalaman kerja pun masih bisa ikut, asal masa kerjanya belum melebihi dua tahun. Jadi program ini tidak eksklusif hanya untuk fresh graduate murni.
Pendaftaran ODP Batch 21 dilakukan secara online melalui tautan resmi bit.ly/ApplySummarecon. Siapkan data dan dokumen pendukung sebelum mengisi proses pendaftaran.
Rekrutmen reguler biasanya langsung menempatkan karyawan baru sesuai kebutuhan posisi yang kosong saat itu, dengan deskripsi kerja yang lebih spesifik sejak awal. ODP berbeda — perusahaan sengaja menyisihkan waktu dan sumber daya untuk melatih peserta secara menyeluruh sebelum menentukan penempatan akhir. Konsekuensinya, proses seleksi ODP biasanya lebih ketat dan berlapis dibanding rekrutmen posisi reguler, karena perusahaan menanamkan investasi jangka panjang pada tiap peserta yang lolos.
Baik ODP maupun rekrutmen reguler sama-sama punya kelebihan tersendiri. Pilihan terbaik tetap bergantung pada preferensi karier masing-masing individu — apakah lebih tertarik jalur pengembangan terstruktur jangka panjang, atau ingin langsung fokus di satu bidang kerja spesifik sejak awal.
Setelah lolos seleksi dan mulai menjalani program, konsistensi performa di setiap unit rotasi jadi faktor penting yang menentukan kelanjutan karier peserta di perusahaan. Peserta yang menunjukkan performa stabil dan sikap belajar yang konsisten biasanya lebih diperhitungkan untuk penempatan posisi strategis setelah program selesai.
Tidak. Proses rekrutmen ODP Batch 21 tidak memungut biaya apa pun dari pelamar — semua informasi resmi disampaikan lewat tautan pendaftaran bit.ly/ApplySummarecon.
Bisa. Syarat pendidikan minimalnya D3 atau S1 dari jurusan yang relevan, jadi tidak dibatasi hanya untuk lulusan S1 saja.
Bisa, dengan syarat masa kerja maksimal dua tahun. Kandidat dengan pengalaman lebih dari itu kemungkinan besar akan diarahkan ke jalur rekrutmen reguler, bukan jalur ODP.
Durasi seleksi program development seperti ini bervariasi tergantung jumlah pelamar dan tahapan yang diterapkan perusahaan, mulai dari seleksi administrasi, tes, hingga wawancara.