Markus Yuteng Dukung Penyesuaian Kesempatan Dayak Bulusu Masuk TNI: Perluas Ruang Putra Daerah Mengabdi

Penulis: Boyke Sihombing  •  Kamis, 03 September 2026 | 20:48:31 WIB
Wakil Ketua DPRD Tana Tidung, Markus Yuteng, memberikan respons positif terhadap rencana penyesuaian kesempatan bagi masyarakat Dayak Bulusu dalam penerimaan prajurit TNI.

TANA TIDUNG — Rencana pemerintah memberikan penyesuaian kesempatan bagi masyarakat Suku Dayak dalam penerimaan prajurit TNI mendapat respons positif dari Wakil Ketua DPRD Tana Tidung, Markus Yuteng. Kebijakan ini disebut mampu membuka ruang lebih besar bagi putra-putri Dayak Bulusu di Kalimantan Utara untuk berkarier di institusi militer.

Menurut Markus, kesempatan menjadi anggota TNI pada prinsipnya merupakan hak setiap warga negara yang memenuhi ketentuan. Ia menegaskan, selama ini tidak ada larangan bagi masyarakat Dayak Bulusu, khususnya di Tana Tidung, untuk mengikuti proses penerimaan.

Bukan Keistimewaan, tapi Ruang yang Lebih Luas

"Kalau ada penyesuaian kesempatan bagi masyarakat Dayak Bulusu, saya kira itu sesuatu yang positif. Bukan berarti diberikan keistimewaan, tetapi memberikan ruang yang lebih luas bagi anak-anak daerah untuk ikut mengabdi kepada negara," kata Markus, Kamis (3/9/2026).

Politikus Partai Hanura itu melihat kebijakan ini tidak hanya soal proses rekrutmen. Lebih dari itu, keterwakilan putra daerah di tubuh TNI dinilai dapat memperkuat pemahaman terhadap karakter sosial dan kondisi wilayah asal.

Kedekatan Prajurit dengan Masyarakat di Wilayah Pedalaman

Markus menekankan bahwa keberadaan prajurit dari berbagai latar belakang mencerminkan keberagaman Indonesia. Hal ini sekaligus berpotensi mempererat hubungan antara institusi militer dan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman Kalimantan Utara.

"Kalau ada anak daerah yang menjadi prajurit, tentu ada rasa kedekatan dengan masyarakat. Mereka tumbuh dari lingkungan yang sama dan memahami kondisi daerahnya. Itu bisa menjadi nilai tambah ketika nantinya bertugas," ujarnya.

Sejarah Perjuangan dan Bentuk Pengabdian Generasi Muda

Bagi Markus yang merupakan tokoh Dayak Bulusu, peluang ini berkaitan dengan sejarah panjang masyarakat Dayak dalam menjaga wilayah dan kehidupan masyarakat di Kalimantan. Ia meminta generasi muda tidak memandang sejarah perjuangan tersebut sebagai cerita masa lalu semata.

"Dulu perjuangannya menghadapi penjajahan dan mempertahankan wilayah. Sekarang generasi muda punya bentuk perjuangan yang berbeda. Salah satunya belajar dengan baik, kemudian kalau memiliki kesempatan menjadi prajurit, jalankan tugas itu dengan penuh tanggung jawab," tutur Markus.

Ia menambahkan, sejarah perjuangan di Nusantara melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk orang Dayak yang turut berjuang bersama para raja dan pejuang lokal lainnya.

"Sejarah tidak boleh dilupakan. Orang Dayak juga sudah berjuang bersama para raja dan pejuang Nusantara. Jadi generasi sekarang harus tahu dari mana mereka berasal dan bagaimana orang-orang terdahulu ikut mempertahankan negeri ini," pungkasnya. (*/hr)

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top