TANJUNG SELOR — Peringatan HUT ke-3 IKM Kabupaten Bulungan berlangsung di Aula Lantai I Kantor Gubernur Kaltara, Jalan Rambutan, Tanjung Selor, Sabtu (12/9/2026). Sekda Bulungan Risdianto, S.Pi, M.Si hadir mewakili Pemkab dan membuka sambutannya dengan menyampaikan permohonan maaf Bupati Bulungan yang tidak bisa hadir karena sedang mengikuti retreat atau pembekalan kepala daerah.
Bupati, kata Risdianto, juga menitipkan salam hangat kepada seluruh pengurus, keluarga besar IKM, dan tamu undangan. Kehadiran warga Minangkabau di Bulungan disebut Pemkab sebagai bagian dari keberagaman masyarakat setempat.
Risdianto menegaskan keberagaman harus jadi kekuatan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dan damai. Ia merujuk Tugu Cinta Damai di Bulungan sebagai pengingat bahwa kedamaian adalah hal yang mutlak diperjuangkan bersama.
"Kita memiliki Tugu Cinta Damai sebagai pengingat bahwa kedamaian itu menjadi sesuatu yang mutlak dan penting untuk kita lakukan bersama," katanya.
Ia juga mengutip dua filosofi Minangkabau, "Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung" serta "Duduk Sama Rendah, Berdiri Sama Tinggi". Keduanya disebut relevan dengan cara Bulungan membangun kehidupan bersama warganya.
Pemkab Bulungan menerapkan konsep pentahelix dalam pembangunan. Risdianto menyebut pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri, sehingga masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan media dilibatkan untuk bersinergi mempercepat pembangunan.
"Pemerintah daerah tidak mungkin mampu melakukan pembangunan sendiri. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bulungan menerapkan konsep pentahelix, di mana melibatkan masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan teman-teman media untuk bersinergi bersama melaksanakan langkah-langkah percepatan pembangunan di Kabupaten Bulungan," jelasnya.
Semangat kolaborasi itu, lanjut Risdianto, turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bulungan yang mencapai 10,62 persen. Angka tersebut disebutnya sebagai yang tertinggi di wilayah Kalimantan.
"Ini tidak mungkin kita bisa lakukan kalau kita tidak bisa membangun sinergi, bergotong royong, kebersamaan," tandasnya.
Pemkab menyampaikan apresiasi atas keberadaan warga Minangkabau sebagai bagian dari keberagaman masyarakat di Bulungan. Organisasi seperti IKM dinilai bisa menjadi jembatan antara warga perantau dan pemerintah daerah dalam menjaga harmoni sosial.
Perayaan HUT ke-3 ini dihadiri pengurus, keluarga besar IKM, serta tamu undangan di lingkungan Pemprov Kaltara dan Pemkab Bulungan. Kegiatan menjadi ajang silaturahmi sekaligus penegasan peran organisasi kedaerahan dalam mendukung pembangunan Bumi Tenguyun.