NUNUKAN — Rekonsiliasi Sensus Ekonomi 2026 digelar Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan. Kegiatan berlangsung di Ruang Serbaguna Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Senin (14/9/2026).
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Drs. H. Raden Iwan Kurniawan, hadir dan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan sensus di daerah itu.
Raden Iwan menegaskan, rekonsiliasi berfungsi memastikan data ekonomi yang dihasilkan akurat, lengkap, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, tahapan ini menentukan kualitas data yang akan dipakai pemerintah.
Karakteristik Nunukan sebagai wilayah perbatasan dan kepulauan membuat kebutuhan data berbeda. Aktivitas ekonomi di daerah ini mencakup pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, hingga jasa.
Data yang dihasilkan harus mampu menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara nyata. Ia meminta seluruh pihak menyelesaikan tahapan sensus dengan sungguh-sungguh dan tepat waktu.
Raden Iwan mengingatkan pentingnya komunikasi cepat jika ditemukan kendala di lapangan. Menurutnya, masalah yang cepat dikomunikasikan akan lebih cepat diselesaikan.
"Kalau ada kendala di lapangan, komunikasikan segera. Prinsipnya sederhana, masalah yang cepat dikomunikasikan akan lebih cepat diselesaikan," ujar Raden Iwan.
Ia juga meminta seluruh peserta menjaga integritas dan ketelitian meski pelaksanaan sensus telah memasuki tahapan akhir.
Data ekonomi yang berkualitas dinilai akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan. Data itu juga dipakai menentukan prioritas pembangunan dan mengembangkan sektor unggulan.
Dengan data yang akurat, program pembangunan diharapkan lebih tepat sasaran. Raden Iwan menyebut keberhasilan sensus bukan hanya milik BPS atau pemerintah daerah.
"Keberhasilan Sensus Ekonomi Tahun 2026 bukan hanya keberhasilan BPS atau pemerintah daerah, tetapi merupakan keberhasilan kita bersama," tegasnya.
Ia mengajak seluruh pihak menuntaskan Sensus Ekonomi 2026 dengan menjaga kualitas data dan memperkuat koordinasi. Setiap tahapan diminta dijalankan secara penuh tanggung jawab.