KALIMANTAN UTARA — Pelepasan berlangsung di Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta, Selasa (15/9/2026) sore WIB. Acara internal federasi itu dihadiri para atlet serta jajaran pengurus PB Akuatik Indonesia, sebelum tim bertolak ke Jepang.
Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, menyebut komposisi skuad kali ini didominasi talenta muda. Dari 14 atlet yang berangkat, sepuluh di antaranya masih berusia sangat muda.
Komposisi ini disebut Anindya sebagai buah dari pembinaan berjenjang yang dijalankan federasi. Meski minim pengalaman di level senior Asia, para atlet disebutnya sudah memegang rekor nasional di nomor masing-masing.
"Kami semua bangga dengan 14 atlet ini, hasil pembinaan semua di mana 10 di antaranya berusia masih sangat muda," ujar Anindya Bakrie kepada awak media selepas acara.
Indonesia sudah 36 tahun menunggu podium akuatik di Asian Games. Medali terakhir diraih Richard Sam Bera, perunggu pada Asian Games Beijing 1990.
Anindya menaruh harapan besar agar Aichi-Nagoya 2026 menjadi titik akhir penantian tersebut. Ia menyadari persaingan di level Asia tidak ringan, sehingga performa puncak dan kesiapan mental menjadi syarat utama, di samping faktor keberuntungan.
"Mereka umumnya adalah pemegang rekor nasional, saya harap mereka tidak hanya mempertajam rekor nasional tapi memecah paceklik yang sudah berlangsung 36 tahun. Kita tahu terakhir Pak Richard Sambera yang meraih medali di Asian Games 1990," ujar Anindya Bakrie.
Sebelumnya, kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 telah dilepas Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Meski seremoni nasional itu sudah digelar, PB Akuatik menilai tim akuatik tetap perlu mendapat pelepasan tersendiri.
Anindya menyebut momen ini sebagai bentuk dukungan langsung kepada para atlet yang akan membawa nama Indonesia di panggung Asia.
"Kali ini kami merasa pelepasan khusus, karena mereka adalah harapan Bangsa Indonesia. Kami mendorong Merah Putih bisa berkibar dan Indonesia Raya bisa dikumandangkan," tandas Anindya Bakrie.