TANJUNG SELOR — Kaltara juga berada di urutan ke-11 nasional dalam kecepatan pemutakhiran Indeks Desa 2026. Dari total 447 desa di provinsi itu, sebanyak 222 desa berstatus berkembang, 87 desa maju, dan 84 desa mandiri.
Obed menyampaikan hal itu di Tanjung Selor, Selasa (15/9/2026). Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah bersama pemerintah desa dalam menyediakan data yang akurat.
"Secara nasional, Kaltara nomor satu untuk data bersih. Ini menjadi kebanggaan karena data yang kita isi sudah terverifikasi dan tervalidasi sehingga bisa digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan desa," kata Obed.
Seluruh desa tertinggal di Kaltara berada di Kabupaten Nunukan, terutama di wilayah perbatasan seperti Sebatik dan Sembakung. Desa-desa itu umumnya menghadapi kendala aksesibilitas dan keterbatasan layanan dasar.
Sejumlah indikator yang masih perlu diperkuat antara lain fasilitas umum, ruang publik, perpustakaan desa, sarana olahraga, akses jalan dan transportasi, jaringan komunikasi, pendidikan keterampilan, hingga akses ekonomi.
"Rata-rata desa tertinggal ini berada di wilayah perbatasan, khususnya Nunukan. Tantangannya cukup banyak, terutama akses jalan, transportasi, sinyal, layanan dasar, pendidikan keterampilan dan akses ekonomi," ujarnya.
Penguatan lembaga ekonomi desa, layanan keuangan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), perbankan, pengelolaan sampah, pembangunan kehutanan, serta kesiapsiagaan dan mitigasi bencana juga masih menjadi pekerjaan rumah.
Pemprov Kaltara melalui DPMD akan terus melakukan pendampingan setiap tahun bersama pemerintah kabupaten. Salah satu langkah yang disiapkan adalah forum diskusi bersama Pemkab Nunukan dengan melibatkan perangkat daerah terkait.
Pemprov Kaltara menargetkan pada 2027 jumlah desa tertinggal terus berkurang, sementara jumlah desa maju dan mandiri meningkat.
"Tidak semua kebutuhan pembangunan desa bisa ditangani sendiri oleh desa. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dan pendekatan pentaheliks sangat diperlukan agar status desa bisa meningkat," pungkas Obed.