JAKARTA — Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang menghadiri malam resepsi peringatan Hari Kebangsaan dan Hari Malaysia Tahun 2026 yang diselenggarakan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Gelaran bernuansa hangat ini berlangsung di Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta, Rajawali Place, atas undangan Kuasa Usaha Sementara (Charge d'Affaires a.i.) Kedutaan Besar Malaysia, Farzamie Sarkawi.
Dalam acara itu, Gubernur Zainal tampil bersanding dengan Perwakilan Tetap Malaysia untuk ASEAN, H.E. Ambassador Datin Sarah Al Bakri Devadason. Kehadiran Gubernur menjadi wujud nyata komitmen Pemprov Kaltara merawat komunikasi dan memperkokoh jalinan kerja sama bilateral Indonesia-Malaysia.
Gubernur Zainal menekankan bahwa letak Kaltara yang bersentuhan langsung dengan garis batas negara menjadikan relasi kedua wilayah sangat vital. Menurut dia, kedekatan itu bukan hanya soal geografis, melainkan juga interaksi sosial masyarakat di kedua sisi perbatasan.
"Secara kedekatan geografis maupun interaksi sosial masyarakatnya, Kaltara dan Malaysia punya ikatan yang sangat erat. Oleh sebab itu, komunikasi intensif dan hubungan harmonis yang telah terbangun selama ini wajib terus kita rawat," ungkap Zainal.
Zainal menyampaikan bahwa posisi strategis perbatasan semestinya dioptimalkan sebagai modal utama untuk memperluas sinergi yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga lokal. Fokusnya adalah mendorong percepatan pembangunan di area perbatasan.
Gubernur menaruh harapan besar agar kolaborasi strategis kedua negara tetangga ini kian solid. Ia ingin kerja sama tersebut melahirkan berbagai program bermanfaat, terkhusus bagi warga yang mendiami wilayah perbatasan.
"Semoga keharmonisan Indonesia dan Malaysia senantiasa mendatangkan maslahat yang berkesinambungan bagi masyarakat, terutamanya mereka yang berada di garis terdepan perbatasan," tambahnya.
Kehadiran Gubernur Kaltara di resepsi itu sekaligus menjadi ruang diplomasi efektif untuk mempererat silaturahmi dengan jajaran perwakilan Malaysia. Turut hadir berbagai pemangku kepentingan yang menaruh perhatian pada kemajuan relasi Indonesia-Malaysia.
Hari Malaysia dirayakan setiap tanggal 16 September untuk memperingati berdirinya Persekutuan Malaysia pada tahun 1963. Persekutuan itu merupakan gabungan dari Tanah Melayu, Borneo Utara (sekarang Sabah), Sarawak, dan Singapura yang kemudian berpisah pada 1965.
Bagi Kaltara, sinergi yang kokoh dengan Malaysia merupakan pilar kunci dalam menyokong pengembangan wilayah perbatasan. Momentum Hari Kebangsaan dan Hari Malaysia 2026 diharapkan mampu memupuk ikatan persahabatan kedua negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua belah pihak.