TANA TIDUNG — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Vamelia Ibrahim, menilai kebutuhan alat antropometri di Kabupaten Tana Tidung belum terpenuhi. Data Bapperida menunjukkan KTT membutuhkan sedikitnya 36 unit alat tersebut untuk mendukung akurasi pencatatan tumbuh kembang anak di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kebutuhan itu disampaikan Vamelia saat audiensi dan rapat kerja bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara di Tarakan, Jumat (11/9/2026). Ia mendorong percepatan pemenuhan alat melalui pergeseran alokasi dana Pokok Pikiran DPRD pada APBD Perubahan.
Alat antropometri dipakai untuk mengukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak. Pengukuran yang akurat menjadi dasar pencatatan tumbuh kembang di posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya.
Kekurangan alat di KTT berpotensi membuat data pertumbuhan anak tidak presisi. Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara menilai pengadaan alat ini selaras dengan fokus pemerintah menekan angka stunting serta Angka Kematian Bayi.
Vamelia mempertanyakan apakah pergeseran dana aspirasi itu diperbolehkan secara aturan dan masuk kriteria program strategis provinsi. Menurutnya, kepastian regulasi diperlukan agar penyaluran dana bisa menjawab kebutuhan mendesak di KTT.
"Kami ingin memastikan apakah pergeseran dana aspirasi ini secara aturan diperbolehkan dan masuk dalam kriteria program strategis provinsi, demi menjawab kebutuhan mendesak di KTT," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara, Dr. Usman, SKM, M.Kes, mengonfirmasi bahwa pengadaan alat antropometri selaras dengan fokus pemerintah. Dinkes Kaltara menyambut baik inisiatif DPRD dan akan memformulasikan penataan nomenklatur anggaran.
Penyaluran rencananya berbentuk Bantuan Keuangan kepada Pemkab Tana Tidung. Skema itu dipilih agar pengadaan sesuai kebutuhan kabupaten dan waktunya memadai.
"Prinsipnya bisa kita bahas di anggaran perubahan. Kami sinergikan agar dari sisi nomenklatur tepat sebagai bantuan ke kabupaten, dan dari sisi waktu pengadaannya memadai," pungkas Usman.