Ketua Dekranasda Kaltara Rahmawati Tampil Bergaya Dayak di Penutupan Kriyanusa 2026 Jakarta

Penulis: Edi Wahyono  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:46:01 WIB
Ketua Dekranasda Kaltara Rahmawati Zainal tampil mengenakan busana bernuansa budaya Dayak pada penutupan Kriyanusa 2026 di Jakarta Convention Center, Rabu (30/9/2026).

JAKARTA — Ketua Dekranasda Kalimantan Utara Hj. Rahmawati Zainal tampil mengenakan busana batik bernuansa budaya Dayak pada malam penutupan Kriyanusa 2026 di Jakarta Convention Center, Rabu (30/9/2026). Penampilan itu menjadi bagian dari peragaan busana yang diikuti para Ketua Dekranasda dari 32 provinsi. Setiap peserta menampilkan karakter budaya daerah masing-masing di hadapan pengunjung dan pejabat pusat.

Rahmawati memadukan busana dominan ungu dan marun dengan ornamen khas Dayak pada bagian atasan, pinggang, hingga aksesori. Hiasan kepala berpadu warna emas, merah, dan warna-warni memperkuat karakter budaya Kaltara. Kain panjang ungu gelap serta sabuk bermotif manik dan ornamen tradisional melengkapi keseluruhan tampilan.

Kriya dan Wastra Jadi Pintu Perkenalan Budaya Kaltara

Pilihan busana itu bukan sekadar soal fesyen. Rahmawati menyebut penampilan tersebut sebagai cara membawa karya perajin daerah ke ruang publik yang lebih luas.

"Ini sekaligus memperkenalkan karya para perajin melalui perpaduan kriya, wastra, motif tradisional dan inovasi desain dari Kaltara," ujarnya, Kamis (1/10/2026).

Melalui perpaduan motif tradisional dan desain kontemporer, kekayaan kriya Kaltara dapat diterima di panggung nasional tanpa kehilangan akar budayanya. Pendekatan itu dinilai lebih efektif memperkenalkan identitas daerah dibanding sekadar memamerkan produk mentah.

Kriyanusa 2026, Ruang Temu Kriya dari 32 Provinsi

Kriyanusa 2026 berlangsung sejak 26 hingga 30 September di Jakarta. Ajang ini mempertemukan berbagai produk kriya dan wastra dari sejumlah daerah di Indonesia. Pada rangkaian penutupan, para Ketua Dekranasda dari 32 provinsi tampil dalam peragaan busana budaya.

Kehadiran Rahmawati menegaskan posisi Dekranasda Kaltara dalam mendorong pengenalan karya perajin lewat agenda berskala nasional. Persoalannya tidak berhenti pada soal tampil di panggung. Kekayaan wastra dan kriya Kaltara masih perlu terus dikembangkan agar punya nilai ekonomi berkelanjutan bagi perajin di daerah.

Mendagri: Kerajinan Punya Nilai Ekonomi dan Identitas Bangsa

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang menyaksikan kegiatan itu menilai kerajinan Indonesia menyimpan potensi besar. Menurutnya, kerajinan bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas budaya bangsa.

Tito mengapresiasi para perajin serta jajaran Dekranas dan Dekranasda yang terus memperkenalkan produk kriya Indonesia. Ia menekankan pentingnya kerja bersama agar produk kerajinan Tanah Air semakin dikenal hingga tingkat dunia.

"Nasib bangsa ini untuk kerajinan bisa dipercaya di tingkat dunia di tangan kita semua," terangnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurahman beserta jajaran, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, para ibu anggota Seruni Kabinet Merah Putih, serta pejabat dari pemerintah pusat dan daerah.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: benuanta.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top