TARAKAN — Anggota Komisi III DPRD Kota Tarakan dari Dapil Tarakan Timur, Asrin Saleh, menyebut pembangunan jalur tersebut sebagai hasil pengawalan aspirasi warga yang diteruskan ke Pemerintah Kota Tarakan. Menurut dia, keluhan warga Tanjung Pasir disampaikan berulang kali saat reses dan akhirnya mendapat prioritas penanganan tahun ini.
Sebelum proyek dikerjakan, warga RT 17 Mamburungan menempuh jalur yang rawan dan memprihatinkan. Setiap kali akses putus, mereka bergotong royong menyusun kayu bulat seadanya agar bisa tetap melintas.
Kondisi itu berlangsung lama dan kerap mengganggu kelancaran mobilitas harian. Aktivitas perekonomian warga pun ikut terdampak karena mayoritas menggantungkan penghasilan dari sektor kelautan.
Petani rumput laut menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Jalur yang tidak layak membuat distribusi hasil panen dari kawasan pesisir ke pasar atau pengepul berjalan tidak efisien.
“Alhamdulillah, kegiatan pembangunan di RT 17 Kelurahan Mamburungan, tepatnya di wilayah Tanjung Pasir, sudah selesai dan jalannya saat ini sudah dinikmati oleh masyarakat, khususnya para petani rumput laut,” ujar Asrin Saleh saat meninjau lokasi.
Asrin menuturkan aspirasi warga Tanjung Pasir disampaikan secara intensif kepada pihak DPRD saat reses. Usulan itu kemudian ditindaklanjuti dan diteruskan ke Pemerintah Kota Tarakan untuk mendapat prioritas penanganan.
“Apa yang menjadi aspirasi masyarakat di RT 17 ini kami teruskan ke pemerintah kota. Alhamdulillah, mendapat tanggapan yang sangat baik, khususnya dari Wali Kota Tarakan yang bergerak cepat dan merealisasikan pembangunannya tahun ini,” tambahnya.
Proyek infrastruktur tersebut mencakup pembangunan akses jalan dan ulinisasi jembatan sepanjang kurang lebih 80 meter. Alokasi anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 200 juta.
Jalur yang tadinya rawan kini berubah menjadi akses yang kokoh dan aman. Warga bisa melintas tanpa harus lebih dulu menyusun kayu bulat seperti tahun-tahun sebelumnya.
Dengan rampungnya proyek ini, Asrin berharap masyarakat setempat memanfaatkan dan merawat fasilitas tersebut dengan baik. Pembangunan jalur diyakini memperlancar distribusi hasil kelautan sekaligus meningkatkan taraf hidup warga Tanjung Pasir.
“Harapan kami ke depan, para pengguna jalan di wilayah ini merasa nyaman dan bangga dengan adanya fasilitas yang sudah bagus ini. Jika selama ini mereka harus lelah bergotong-royong menyusun kayu bulat, sekarang jalannya sudah layak dan nyaman dilintasi,” pungkas politisi Golkar itu.