Pencarian

Jalan dan Jembatan 80 Meter di Tanjung Pasir Tarakan Rampung, Petani Rumput Laut Tak Lagi Gotong Royong Susun Kayu

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 07:46:31 WIB
Jalan dan Jembatan 80 Meter di Tanjung Pasir Tarakan Rampung, Petani Rumput Laut Tak Lagi Gotong Royong Susun Kayu
Jalan dan jembatan sepanjang 80 meter di Tanjung Pasir, Tarakan, rampung dikerjakan.

TARAKAN — Anggota Komisi III DPRD Kota Tarakan dari Dapil Tarakan Timur, Asrin Saleh, menyebut pembangunan jalur tersebut sebagai hasil pengawalan aspirasi warga yang diteruskan ke Pemerintah Kota Tarakan. Menurut dia, keluhan warga Tanjung Pasir disampaikan berulang kali saat reses dan akhirnya mendapat prioritas penanganan tahun ini.

Sebelum proyek dikerjakan, warga RT 17 Mamburungan menempuh jalur yang rawan dan memprihatinkan. Setiap kali akses putus, mereka bergotong royong menyusun kayu bulat seadanya agar bisa tetap melintas.

Jembatan Darurat Kayu Bulat Selama Bertahun-tahun

Kondisi itu berlangsung lama dan kerap mengganggu kelancaran mobilitas harian. Aktivitas perekonomian warga pun ikut terdampak karena mayoritas menggantungkan penghasilan dari sektor kelautan.

Petani rumput laut menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Jalur yang tidak layak membuat distribusi hasil panen dari kawasan pesisir ke pasar atau pengepul berjalan tidak efisien.

“Alhamdulillah, kegiatan pembangunan di RT 17 Kelurahan Mamburungan, tepatnya di wilayah Tanjung Pasir, sudah selesai dan jalannya saat ini sudah dinikmati oleh masyarakat, khususnya para petani rumput laut,” ujar Asrin Saleh saat meninjau lokasi.

Aspirasi Reses Warga yang Akhirnya Direspons Pemkot

Asrin menuturkan aspirasi warga Tanjung Pasir disampaikan secara intensif kepada pihak DPRD saat reses. Usulan itu kemudian ditindaklanjuti dan diteruskan ke Pemerintah Kota Tarakan untuk mendapat prioritas penanganan.

“Apa yang menjadi aspirasi masyarakat di RT 17 ini kami teruskan ke pemerintah kota. Alhamdulillah, mendapat tanggapan yang sangat baik, khususnya dari Wali Kota Tarakan yang bergerak cepat dan merealisasikan pembangunannya tahun ini,” tambahnya.

Proyek infrastruktur tersebut mencakup pembangunan akses jalan dan ulinisasi jembatan sepanjang kurang lebih 80 meter. Alokasi anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 200 juta.

Jalur Kokoh Pengganti Akses Rawan

Jalur yang tadinya rawan kini berubah menjadi akses yang kokoh dan aman. Warga bisa melintas tanpa harus lebih dulu menyusun kayu bulat seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dengan rampungnya proyek ini, Asrin berharap masyarakat setempat memanfaatkan dan merawat fasilitas tersebut dengan baik. Pembangunan jalur diyakini memperlancar distribusi hasil kelautan sekaligus meningkatkan taraf hidup warga Tanjung Pasir.

“Harapan kami ke depan, para pengguna jalan di wilayah ini merasa nyaman dan bangga dengan adanya fasilitas yang sudah bagus ini. Jika selama ini mereka harus lelah bergotong-royong menyusun kayu bulat, sekarang jalannya sudah layak dan nyaman dilintasi,” pungkas politisi Golkar itu.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fokusborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks