TANJUNG SELOR — Junaidi menyebut pengembangan usaha pengolahan ikan tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan bahan baku dan peningkatan kapasitas produksi. Pelaku usaha, katanya, perlu memperhatikan standar mutu, keamanan pangan, pengemasan, dan legalitas produk.
"Pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Kualitas produk dan pemenuhan standar pengolahan juga perlu menjadi perhatian agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar," ujar Junaidi saat diwawancarai, Rabu (14/10/26).
Peningkatan kualitas produk dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong daya saing hasil perikanan lokal. Dengan pengolahan yang baik, hasil tangkapan nelayan berpeluang memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha maupun perekonomian masyarakat.
Sertifikasi dan pemenuhan standar pengolahan menjadi bagian penting bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pemasaran. Proses produksi, sanitasi, penyimpanan, hingga pengemasan harus diperhatikan sesuai persyaratan yang berlaku.
"Pelaku usaha perlu memahami bahwa kualitas produk harus dijaga sejak proses pengolahan sampai produk siap dipasarkan. Pemenuhan persyaratan yang berlaku juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing usaha," katanya.
Salah satu langkah yang telah dilakukan Dinas Perikanan Bulungan ialah berkoordinasi dengan Badan Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tarakan pada 24 Agustus 2026. Koordinasi tersebut membahas implementasi Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP).
SKP menjadi pintu bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pemasaran produk olahan ikan. Tanpa pemenuhan standar, produk sulit menembus pasar yang menuntut jaminan mutu dan keamanan pangan.
Junaidi menilai penguatan usaha pengolahan ikan juga membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Terutama bagi pelaku UMKM yang masih menghadapi keterbatasan pengetahuan teknis dan pengelolaan usaha.
"Pendampingan diperlukan agar pelaku usaha dapat memahami persyaratan perizinan, menjaga konsistensi mutu, serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar," sebutnya.
Dinas Perikanan Bulungan sebelumnya telah mengembangkan rumah produksi beserta peralatan penunjang untuk membantu meningkatkan kapasitas pelaku usaha pengolahan ikan. Penyediaan fasilitas tersebut perlu diikuti dengan pemanfaatan secara optimal.
"Fasilitas produksi perlu dimanfaatkan secara optimal. Selain sarana dan peralatan, pelaku usaha juga membutuhkan pembinaan agar mampu menjaga kualitas produk dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan," terangnya.
Keberhasilan pembinaan perlu dilihat dari kemampuan UMKM mempertahankan kegiatan produksi, menghasilkan produk berkualitas, dan memperluas pemasaran. Junaidi berharap usaha pengolahan hasil perikanan di Bulungan semakin berkembang dan memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal.
"Harapannya, usaha pengolahan hasil perikanan di Bulungan semakin berkembang dan mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan oleh pelaku usaha maupun masyarakat," tutup Junaidi.