KALIMANTAN UTARA — Como menjamu Manchester United di Stadion Sinigaglia pada laga lanjutan Liga Champions, sementara Inter Milan memburu kemenangan pertama saat menghadapi Shakhtar Donetsk. Dua pertandingan ini menyajikan misi berbeda: Como ingin melanjutkan tren positif, Inter berusaha bangkit dari dua kekalahan beruntun.
Laga Como kontra Manchester United menjadi sorotan karena mempertemukan tim yang sedang naik daun dengan raksasa Premier League. Pertandingan digelar lebih dulu, disusul duel Inter melawan Shakhtar Donetsk pada jadwal berikutnya.
Bagi Inter, tekanan terasa lebih berat. Dua laga awal Liga Champions musim ini berakhir tanpa poin, membuat pasukan Serie A itu wajib menang untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
Bek Matthijs de Ligt masuk daftar starting XI Manchester United untuk pertama kalinya sejak November 2025. Mantan pemain Juventus dan AS Roma itu mengisi lini belakang bersama Harry Maguire dan Noussair Mazraoui.
Di lini tengah, Andrey Santos dan Youri Tielemans dipercaya mengatur tempo, dengan Bruno Fernandes dan Mason Mount mendukung lini serang. Rasmus Lammens berdiri di bawah mistar, sementara Matheus Cunha dan Mbeumo mengisi sektor depan.
Pelatih Como belum memastikan peran Da Cunha. Pemain itu bisa ditempatkan di lini tengah, sebagai trequartista di belakang striker, atau melebar ke sisi kanan.
Como menurunkan Jean Butez di posisi kiper. Lini belakang dihuni Couto, Ramon, Kempf, dan Valle, dengan Perrone serta Milla mengisi sektor tengah. Nico Paz, Da Cunha, dan Baturina menyokong Douvikas di lini depan.
Como tampil sebagai tim yang tengah menanjak ke level atas sepak bola Eropa. Menjamu Manchester United di kandang sendiri menjadi ujian sekaligus peluang menunjukkan kapasitas mereka di kompetisi elite.
Sementara itu, Inter tidak punya pilihan selain meraih tiga poin. Dua kekalahan di laga sebelumnya membuat posisi mereka di klasemen fase liga Liga Champions berada di zona rawan.