Pencarian

Kaltara Jadi Rujukan PKAA, 62 dari 70 Speedboat Terdata Sudah Lunasi Pajak dan Kas Daerah Bertambah Rp176 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 • 05:16:31 WIB
Kaltara Jadi Rujukan PKAA, 62 dari 70 Speedboat Terdata Sudah Lunasi Pajak dan Kas Daerah Bertambah Rp176 Juta
Sekprov Kaltara Denny Harianto memaparkan penerapan PKAA kepada rombongan Pemprov NTT di Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (22/10).

TANJUNG SELOR — Penerapan PKAA di Kalimantan Utara berjalan dengan tingkat kepatuhan wajib pajak yang tinggi. Sekprov Kaltara Denny Harianto memaparkan hal itu di hadapan rombongan Pemprov NTT yang datang untuk studi tiru, Kamis (22/10).

Rombongan NTT dipimpin Wagub Johni Asadoma. Kedatangan mereka disambut langsung di Kantor Gubernur Kaltara. Pemprov NTT ingin melihat bagaimana Kaltara mengelola pajak atas kendaraan yang beroperasi di perairan.

PKAA Melekat pada Syarat Laik Operasi Speedboat

Denny menjelaskan, PKAA tidak berdiri sendiri. Pungutan itu diintegrasikan dengan sistem Standar Pelayanan Minimum (SPM) tahunan yang menjadi kewenangan DPMPTSP Kaltara. Persyaratan teknis laik operasi ditetapkan Dinas Perhubungan.

"Speedboat yang akan beroperasi harus memenuhi SPM dan lulus uji laik operasi. Pelunasan PKAA menjadi salah satu syarat untuk memperoleh SPM," jelas Denny dalam pertemuan tersebut.

Dengan skema itu, pemilik speedboat tidak bisa mengurus izin operasi tanpa lebih dulu menyelesaikan kewajiban pajaknya. Regulasi, mekanisme, hingga titik integrasi dengan instansi lain menjadi bagian yang dipelajari rombongan NTT.

62 Unit Speedboat Sudah Lunasi Pajak, Kas Daerah Bertambah Rp176,8 Juta

Sepanjang 2025, penerimaan PKAA menambah kas daerah Kaltara sebesar Rp176.893.250. Angka itu berasal dari 70 unit kendaraan di atas air yang terdata sebagai objek pajak.

Dari jumlah tersebut, 62 unit atau sekitar 89 persen telah melunasi kewajiban. Sisanya masih dalam proses penyelesaian.

"Dari 70 unit yang terdata, sebanyak 62 unit sudah melunasi pajaknya. Ini menjadi bagian dari upaya kita mengoptimalkan pendapatan daerah," kata Denny.

Harapan Kerja Sama Kaltara–NTT

Denny berharap kunjungan itu menjadi awal kerja sama yang saling menguntungkan kedua provinsi. Pertukaran pengalaman pengelolaan pendapatan daerah disebut sebagai salah satu fokus.

Pemprov Kaltara juga mendorong agar pertemuan ditindaklanjuti lewat rencana kerja bersama yang terukur dan berkelanjutan. Belum ada jadwal konkret soal tindak lanjut tersebut.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat dan cinderamata khas masing-masing daerah. Kaltara memberikan singal atau ikat kepala khas daerah, sementara NTT menyerahkan kain tenun. Kedua delegasi lalu makan siang bersama.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pembawakabar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks