Rizky Ridho Dicoba Jadi Gelandang Bertahan Persija, Belajar dari Pemain Eropa

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:22:31 WIB
Rizky Ridho menjalani peran baru sebagai gelandang bertahan Persija Jakarta di bawah arahan Shin Tae-yong.

KALIMANTAN UTARA — Rizky Ridho mulai menjalani peran baru sebagai gelandang bertahan Persija Jakarta di bawah arahan Shin Tae-yong. Kapten Timnas Indonesia itu mengaku menikmati tugas memotong serangan dan mengalirkan bola dari kedalaman, meski harus bersaing ketat untuk menit bermain.

Pergeseran peran Rizky Ridho terjadi setelah Shin Tae-yong mengubah pendekatan taktik Persija dari skema tiga bek sejajar ke formasi empat bek. Duet Denis Kolinger dan Radovan Pankov kini lebih sering dipercaya mengisi pusat pertahanan, membuka ruang bagi Ridho untuk turun ke lini tengah.

Adaptasi itu dimulai usai Ridho kembali dari tugas negara di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain asal Surabaya tersebut harus bersaing ketat memperebutkan menit bermain, termasuk kemungkinan berangkat dari bangku cadangan.

Dari Bek Tengah ke Pemotong Serangan di Lini Tengah

Peran jangkar bukan hal yang sepenuhnya asing bagi Ridho. Ia mengaku menikmati tugas sebagai pemotong serangan sekaligus pengalir bola dari kedalaman, dua fungsi yang menjadi inti permainan gelandang bertahan modern.

Untuk memaksimalkan peran barunya, Ridho banyak mengamati gaya main gelandang kelas atas asal Eropa. Tujuannya jelas: tampil lebih tenang, cerdas, dan efektif di area sentral.

Transformasi ini memberi Shin Tae-yong opsi taktik tambahan. Persija tak lagi hanya mengandalkan Ridho sebagai bek tengah, tetapi juga bisa memakainya sebagai penyeimbang di lini tengah.

"Kalau Saya Enggak Mau, Kan Saya Enggak Main"

Ridho menegaskan tidak mempermasalahkan pergeseran peran selama tetap mendapat kesempatan tampil. Menit bermain menjadi tolok ukur kontribusinya untuk tim.

"Jadi, mau bagaimanapun, kalau saya enggak mau, kan saya enggak main. Jadi, ya harus mau," kata Rizky Ridho sembari tertawa.

Sikap itu sejalan dengan kondisi kompetisi di Persija untuk musim 2026/2027. Persaingan menit bermain sangat ketat, bahkan pemain asing yang baru direkrut tidak otomatis mendapat jatah reguler.

Nilai Tambah Versatilitas untuk Persija dan Timnas

Kemampuan Ridho bermain di dua posisi menambah nilai versatilitas dalam permainannya ke depan. Bagi Persija, hal itu memperlebar pilihan rotasi di lini belakang dan tengah.

Bagi Timnas Indonesia, fleksibilitas tersebut bisa menjadi keuntungan tersendiri. Pelatih punya alternatif menempatkan Ridho sesuai kebutuhan pertandingan, tanpa harus mengorbankan kualitas di lini pertahanan.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top