Pencarian

Sewa Rp70 Juta Tapi Atap Bocor, Pedagang Pasar Gusher Tarakan Desak Perbaikan Fasilitas

Minggu, 15 Februari 2026 • 11:12:02 WIB
Sewa Rp70 Juta Tapi Atap Bocor, Pedagang Pasar Gusher Tarakan Desak Perbaikan Fasilitas
Pedagang Pasar Gusher mengeluhkan banjir dan atap bocor meski membayar sewa puluhan juta rupiah.(KranKaltara)

TARAKAN – Pasar Gusher, sebagai salah satu pusat perniagaan rakyat tersibuk di Kota Tarakan, kini tengah disorot akibat kondisi infrastrukturnya yang memprihatinkan. Para pedagang mulai menyuarakan ketidaknyamanan mereka lantaran fasilitas pasar yang tidak lagi memadai untuk menunjang aktivitas perdagangan sehari-hari.

Kombinasi antara sistem drainase yang buruk dan kerusakan atap menjadi persoalan utama yang menghantui para pedagang setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Masalah utama yang dirasakan pedagang adalah luapan air yang seringkali menggenang di area tengah pasar. Hal ini diduga kuat akibat penumpukan sampah dan minimnya pemeliharaan saluran pembuangan air.

"Setiap hujan deras, air pasti naik di tempat saya. Karena paritnya tersumbat, air tidak bisa keluar dan tertampung di tengah. Ketinggiannya bisa di atas tumit, tentu ini sangat mengganggu pengunjung dan kami yang berjualan," keluh Ana, salah satu pedagang di Pasar Gusher, Rabu (11/2/2026).


Daftar Masalah Infrastruktur di Pasar Gusher

Berdasarkan laporan di lapangan, berikut adalah poin-poin krusial yang perlu segera mendapat penanganan:

Masalah UtamaDampak bagi Pedagang & Pengunjung
Sistem DrainaseAir meluap hingga setinggi tumit akibat parit tersumbat sampah.
Kondisi AtapKebocoran di banyak titik yang membasahi lapak dan barang dagangan.
Respon PengelolaDinilai lamban meski keluhan sudah disampaikan berulang kali.
KenyamananMenurunnya minat pengunjung akibat area pasar yang becek dan kotor.

Kekecewaan pedagang semakin memuncak mengingat biaya yang harus mereka keluarkan untuk menempati lapak tidaklah murah. Ana mengungkapkan bahwa dirinya harus membayar sewa hingga Rp70 juta per tahun kepada pihak ketiga (pemilik lapak sebelumnya).

Meskipun status sewa tersebut bersifat antar-pedagang, para penyewa menuntut pihak pengelola pasar untuk memberikan kompensasi berupa fasilitas yang layak dan aman. Hingga saat ini, respon pengelola dinilai hanya sebatas janji perbaikan tanpa ada langkah konkret di lapangan.

Para pedagang berharap Pemerintah Kota Tarakan melalui dinas terkait dapat turun tangan melakukan pengawasan terhadap pengelola pasar. Perbaikan drainase secara menyeluruh dan penggantian atap yang bocor menjadi tuntutan mutlak agar roda ekonomi di Pasar Gusher tetap berputar dengan nyaman.

Bagikan
Sumber: RRI

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks