Pencarian

Harga BBM di Kalimantan Utara per 22 Mei 2026: Solar Non-Subsidi Tembus Rp 27 Ribu, Pertalite Masih Rp 10.000

Jumat, 22 Mei 2026 • 14:24:45 WIB
Harga BBM di Kalimantan Utara per 22 Mei 2026: Solar Non-Subsidi Tembus Rp 27 Ribu, Pertalite Masih Rp 10.000
Harga solar non-subsidi di Kalimantan Utara mencapai Rp 27.900 per liter per 22 Mei 2026.

TARAKAN — Dinamika harga energi global pada pertengahan Mei 2026 kembali menekan kantong pengguna kendaraan diesel di Kalimantan Utara. Berdasarkan data harga Pertamina per 22 Mei 2026 yang berlaku di wilayah Indonesia, termasuk Kaltara, harga Dexlite dan Pertamina Dex tercatat melonjak signifikan, menyentuh rentang Rp 26.000 hingga Rp 27.900 per liter. Kenaikan ini jauh lebih tajam dibandingkan kelompok bensin nonsubsidi yang pergerakannya cenderung stabil.

Siapa Paling Terdampak Kenaikan Solar Non-Subsidi?

Dampak paling terasa dialami oleh sektor logistik dan usaha harian yang bergantung pada mesin diesel. Truk pengangkut sembako dari Pelabuhan Malundung di Tarakan menuju daerah pedalaman Sebatik atau Nunukan harus menanggung biaya operasional yang membengkak. “Untuk sekali perjalanan ke Malinau, selisih biaya solar bisa mencapai ratusan ribu rupiah dibanding bulan lalu,” ujar seorang pemilik armada angkutan di Tarakan, pekan lalu.

Berapa Harga BBM Pertamina di Kaltara per 22 Mei?

Untuk wilayah Kalimantan Utara, harga BBM Pertamina mengacu pada daftar harga nasional yang berlaku seragam di luar Jawa. Berikut rinciannya per 22 Mei 2026:

  • Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter
  • Biosolar (CN 48): Rp 6.800 per liter
  • Pertamax (RON 92): Rp 12.300 per liter
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 19.900 per liter
  • Dexlite (CN 51): Rp 26.000 per liter
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp 27.900 per liter

Mengapa Harga Solar Non-Subsidi Melonjak drastis?

Kenaikan pada segmen solar non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex disebabkan oleh mekanisme pasar yang mengikuti harga minyak mentah global. Di sisi lain, harga Pertalite dan Biosolar masih disubsidi pemerintah sehingga tidak terpengaruh fluktuasi internasional. Situasi ini membuat kesenjangan harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi semakin melebar, terutama di wilayah dengan biaya distribusi tinggi seperti Kaltara.

Bagaimana dengan SPBU Swasta di Kaltara?

Meskipun jaringan SPBU Shell, BP, dan Vivo belum merambah secara masif ke Kalimantan Utara, harga acuan dari operator swasta nasional tetap relevan sebagai pembanding. BP membanderol BP Ultimate Diesel di Rp 29.890 per liter, sementara Shell V-Power Diesel dan Vivo Diesel Primus masing-masing Rp 30.890 per liter. Angka ini menunjukkan bahwa harga solar non-subsidi di Indonesia secara umum masih bertahan di level tinggi, dan potensi kenaikan lanjutan masih terbuka jika harga minyak global belum stabil.

Apakah Harga BBM di Kaltara Sama dengan Wilayah Lain?

Tidak. Harga BBM di Indonesia belum seragam antarwilayah. Perbedaan dipengaruhi oleh kebijakan pajak daerah, biaya distribusi, dan kondisi geografis. Untuk wilayah seperti Kalimantan Utara yang memiliki tantangan geografis berupa kepulauan dan medan terpencil, harga BBM nonsubsidi kerap lebih mahal dibandingkan Pulau Jawa akibat ongkos angkut yang lebih tinggi.

Apakah ada potensi penurunan harga dalam waktu dekat?

Belum ada sinyal penurunan. Pergerakan harga BBM non-subsidi di Indonesia sangat bergantung pada tren harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah. Selama pasar energi global belum menunjukkan tren penurunan yang konsisten, harga solar non-subsidi di Kaltara diperkirakan masih akan bertahan di kisaran Rp 26.000–Rp 30.000 per liter.

Bagikan
Sumber: moladin.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks