Pencarian

Tim Peneliti Unhas-James Cook University Temukan 43 Individu Hiu Gangga di Sungai Sesayap, Kalimantan Utara, Spesies Kritis yang Hampir Punah

Senin, 25 Mei 2026 • 12:56:02 WIB
Tim Peneliti Unhas-James Cook University Temukan 43 Individu Hiu Gangga di Sungai Sesayap, Kalimantan Utara, Spesies Kritis yang Hampir Punah
Tim peneliti mencatat 43 individu Hiu Gangga di Sungai Sesayap, Kalimantan Utara.

TANA TIDUNG — Sungai Sesayap di Kalimantan Utara membuktikan diri sebagai salah satu habitat tersisa paling penting bagi Hiu Gangga. Dari hasil riset kolaboratif pada 2023, tim peneliti mencatat 43 individu spesies langka ini hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu. Jumlah itu langsung menempatkan kawasan tersebut sebagai nursery ground utama bagi hiu sungai yang statusnya kritis di tingkat global.

Kawasan ini pun telah ditetapkan sebagai Important Shark and Ray Area (ISRA) pada 2024. Penetapan itu menegaskan peran ekologis Sungai Sesayap sebagai area asuhan yang vital bagi kelangsungan spesies yang nyaris punah tersebut.

Mengapa Temuan 43 Individu Ini Dianggap Terobosan?

Hiu Gangga sebelumnya hampir tidak pernah terdeteksi kembali di alam liar. Dalam riset yang berlangsung sejak 2022, tim gabungan dari Universitas Hasanuddin, James Cook University, dan Universitas Borneo Tarakan berhasil membuktikan bahwa populasi spesies ini masih bertahan di perairan Kalimantan Utara.

Perwakilan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Rohani Ambo Rappe, menegaskan temuan ini bukan sekadar soal menyelamatkan satu spesies langka. "Temuan ini bukan hanya tentang menyelamatkan satu spesies langka, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun model konservasi yang adil, kolaboratif, dan dapat diterima masyarakat," kata Prof Rohani dalam keterangannya di Makassar, Senin.

Dorongan Pembentukan Konsorsium Riset Hiu dan Pari

Riset kolaboratif ini membuka jalan bagi penguatan data ilmiah dan kebijakan konservasi di Kalimantan. Prof Rohani mendorong lahirnya konsorsium riset hiu dan pari agar perlindungan spesies langka tidak berhenti pada temuan lapangan.

"Karena itu, kami mendorong lahirnya konsorsium riset hiu dan pari di Kalimantan agar penguatan data ilmiah dan kebijakan dapat berjalan beriringan," ujarnya.

Langkah ini dinilai krusial mengingat tekanan terhadap habitat perairan di Kalimantan Utara terus meningkat. Dengan konsorsium, riset dan advokasi kebijakan bisa berjalan simultan, bukan sekadar proyek sesaat.

Harapan Baru bagi Biodiversitas Perairan Indonesia

Temuan 43 individu Hiu Gangga di Sungai Sesayap menjadi bukti bahwa pendekatan riset kolaboratif antara perguruan tinggi Indonesia dan mitra internasional dapat membuka kembali harapan bagi pelestarian biodiversitas perairan Indonesia. Ke depan, perlindungan habitat di kawasan ISRA ini menjadi prioritas agar populasi yang tersisa tidak kembali menghilang.

Bagikan
Sumber: kabarin.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks