BULUNGAN — Bripda Hamzyadi, Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Palas, bersama Kelompok Tani Rawa Indah merampungkan proses penanaman bibit jagung jenis pipil di Jalan Puskesmas RT 19, Desa Gunung Putih. Kegiatan yang berlangsung pada bulan Mei 2026 ini memanfaatkan lahan produktif seluas kurang lebih satu hektare. Sebanyak 5 kilogram bibit jagung berkualitas ditanam secara bergotong-royong oleh personel kepolisian dan para petani setempat.
Target Panen 1 Ton Jagung pada Agustus 2026
Bripda Hamzyadi memproyeksikan komoditas jagung pipil tersebut siap dipanen pada bulan Agustus 2026. Jika proses pertumbuhan berjalan lancar tanpa kendala cuaca ekstrem atau serangan hama, lahan seluas satu hektare itu diestimasikan mampu menghasilkan produktivitas hingga 1 ton jagung. Perawatan yang terukur dan pendampingan konsisten dari kepolisian menjadi kunci utama optimisme tersebut.
Sinergi Polresta Bulungan dan Petani Lokal
Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga kondusivitas kamtibmas. “Sinergi antara Bhabinkamtibmas dan kelompok tani ini diharapkan mampu mengoptimalkan lahan produktif yang ada, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani lokal,” ujarnya.
Menurut Kombes Rofikoh, personel Bhabinkamtibmas juga berperan sebagai motor penggerak dan motivator bagi sektor pertanian lokal. Langkah ini merupakan wujud nyata dukungan Polresta Bulungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Para petani di Kelompok Tani Rawa Indah yang dipimpin oleh Saiful Kholis menyambut baik asistensi tersebut.
Desa Gunung Putih Ditargetkan Jadi Lumbung Pangan Percontohan
Melalui program pendampingan yang konsisten, Polresta Bulungan berharap Desa Gunung Putih dapat menjadi salah satu lumbung pangan percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Bulungan. Kehadiran Bripda Hamzyadi dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus menyuntikkan semangat baru bagi para petani dalam mengelola lahan pertanian mereka. Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dapat mendorong kemandirian pangan di tingkat desa.