Pencarian

Pemprov Kaltara Luncurkan SINERGI Kaltara, Strategi Hubungkan 51.840 UMKM Lokal ke Rantai Pasok Kawasan Industri Tanah Kuning

Rabu, 08 Juli 2026 • 00:09:01 WIB
Pemprov Kaltara Luncurkan SINERGI Kaltara, Strategi Hubungkan 51.840 UMKM Lokal ke Rantai Pasok Kawasan Industri Tanah Kuning
Gubernur Kaltara luncurkan SINERGI Kaltara untuk menghubungkan 51.840 UMKM dengan Kawasan Industri Tanah Kuning.

TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memperkenalkan program SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara) dalam forum diskusi terbatas di Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (8/7). Program ini dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan pelaku UMKM lokal dengan kebutuhan industri di Kawasan Industri Tanah Kuning.

Lonjakan Investasi Belum Sebanding dengan Kesejahteraan Warga

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara Denny Harianto mengungkapkan bahwa nilai investasi di Kaltara meningkat drastis dari Rp11,79 triliun pada 2024 menjadi Rp30,64 triliun pada 2025. Namun, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto per kapita hanya naik sekitar 3,2 persen.

"Artinya, pertumbuhan investasi yang tinggi belum sepenuhnya menghasilkan manfaat ekonomi yang merata bagi masyarakat," kata Denny dalam forum yang digelar di ruang rapat lantai 4 kantor gubernur.

51.840 UMKM Belum Terhubung ke Ekosistem Industri

Kawasan Industri Tanah Kuning seluas 10.100 hektare telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Namun, di sisi lain, masih terdapat sekitar 51.840 pelaku UMKM yang belum terhubung dengan ekosistem industri tersebut.

Denny menilai kondisi itu menjadi tantangan besar karena pelaku usaha lokal belum memperoleh ruang yang memadai untuk masuk ke dalam rantai pasok industri. Jika dibiarkan, kebocoran ekonomi akan semakin besar karena kebutuhan industri lebih banyak dipenuhi dari luar daerah.

Ancaman Enclave Economy Jika UMKM Tak Dilibatkan

Tanpa mekanisme kolaborasi yang terintegrasi, Denny memperingatkan potensi terjadinya enclave economy — ketika investasi besar hadir tetapi manfaatnya hanya sedikit dirasakan masyarakat sekitar. Kondisi ini juga berpotensi memperlebar kesenjangan sosial, melemahkan daya saing UMKM, hingga menghambat program hilirisasi nasional.

"Jangan sampai industri berkembang pesat, tetapi UMKM kita tidak ikut tumbuh," ujarnya.

SINERGI Kaltara: Dari Kapasitas UMKM hingga Rantai Pasok Berkelanjutan

Melalui program SINERGI Kaltara, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memenuhi standar kebutuhan industri, serta menjadi bagian dari rantai pasok yang kuat dan berkelanjutan. Denny mengajak seluruh perangkat daerah membangun kolaborasi untuk mendukung implementasi program ini.

"Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Itu yang ingin kita wujudkan melalui SINERGI Kaltara," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: fokusborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks