Pencarian

Selain Bendungan, Menteri Dody Hanggodo Kerahkan Ribuan Pompa Alkon Lawan Kemarau

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 19:04:00 WIB
Selain Bendungan, Menteri Dody Hanggodo Kerahkan Ribuan Pompa Alkon Lawan Kemarau

Jakarta - Menghadapi potensi kekeringan di musim kemarau, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengoptimalkan 10.789 sumur bor yang memiliki kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik.

Selain mengandalkan sumur bor, Kementerian PU turut menyiagakan bendungan, bendung, embung, hingga waduk untuk menjaga pasokan air tetap terjaga. Infrastruktur ini diprioritaskan guna menopang kebutuhan masyarakat dan lahan pertanian saat kekeringan atau El Nino melanda.

Menurut Dody, pengelolaan infrastruktur sumber daya air menjadi hal krusial untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.

"Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah. Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim," tutur Menteri Dody.

Kementerian PU turut mengatur pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air dapat berjalan lebih efisien. Sejumlah peralatan juga disiapkan untuk dikerahkan ke daerah terdampak apabila kondisi darurat terjadi.

Peralatan tersebut mencakup 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, serta 49 mesin bor. Selain itu, pemerintah melakukan pendataan wilayah rawan kekeringan dan mengedukasi masyarakat tentang langkah adaptasi yang diperlukan.

Di sektor pertanian, Kementerian PU mendorong penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) yang dinilai mampu menekan penggunaan air untuk pertanian.

Pembangunan infrastruktur air terus dipacu, mulai dari bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), hingga sumur bor, sebagai upaya memperkuat ketahanan air nasional dalam jangka panjang.

Di Kalimantan Utara, BMKG mencatat Kota Tarakan menjadi salah satu wilayah yang lebih dulu memasuki musim kemarau, yakni sejak Mei hingga Juni 2026, sebelum puncak musim kering di provinsi ini terjadi pada Juli-Agustus 2026. Kondisi ini turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan krisis air bersih di wilayah setempat.

Saat ini Kementerian PU memiliki 240 bendungan dengan kapasitas tampung total 7,89 miliar meter kubik, 601 situ dan danau dengan volume tampungan 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks