KALIMANTAN UTARA — Kontribusi Digimon Story Time Stranger terhadap ekosistem Digimon milik Bandai Namco tercatat sebagai salah satu pencapaian paling solid dalam beberapa tahun terakhir. Angka penjualan dan retensi pemain yang tinggi menjadikan judul ini tulang punggung utama bagi IP yang sudah berjalan puluhan tahun tersebut. Angka pastinya memang tidak dirinci dalam laporan, tapi dampaknya langsung terasa pada strategi jangka panjang perusahaan.
Ryosuke Hara selaku Producer Time Stranger menyampaikan bahwa tim development kini mendapat lampu hijau untuk mempercepat produksi judul berikutnya. "Kami tidak ingin membuat pemain menunggu selama delapan tahun lagi," ujarnya dalam sesi wawancara yang dikutip Gamebrott. Ia menegaskan bahwa struktur tim internal sudah dirombak agar pipeline produksi lebih ramping dibandingkan siklus pengembangan Time Stranger yang sempat tertunda karena pandemi.
Perbedaan Kunci dengan Pokemon yang Coba Ditonjolkan
Hara juga menyinggung positioning Digimon Story di tengah dominasi monster-capture game lain. Ia berharap Time Stranger dan sekuelnya mampu menampilkan diferensiasi yang jelas dari Pokemon, terutama dari sisi narasi dan kedalaman sistem evolusi. "Kami punya pendekatan berbeda dalam hal konsekuensi pilihan pemain terhadap pertumbuhan monster," jelas Hara.
Fokus utama yang diangkat adalah elemen drama dan kematangan cerita yang tidak dimiliki kompetitor. Sementara Pokemon identik dengan petualangan ringan, Digimon Story justru menekankan hubungan emosional antara partner Digimon dan manusia. Ini menjadi nilai jual yang ingin terus diasah Bandai untuk menarik pemain JRPG dewasa, termasuk komunitas di Indonesia yang aktif memantau rilisan seri ini.
Dampak ke Arah Pengembangan Seri ke Depan
Keberhasilan Time Stranger secara komersial mengubah cara pandang internal Bandai terhadap potensi seri ini. Sebelumnya, Digimon Story sempat dianggap sebagai produk sampingan dengan basis penggemar yang kecil namun loyal. Kini, divisi tersebut mendapat alokasi sumber daya lebih besar untuk ekspansi konten.
Bagi pemain yang baru menyelesaikan kampanye utama Time Stranger, kabar ini berarti konten pasca-rilis dan sekuel potensial akan datang lebih cepat dari perkiraan. Belum ada jendela rilis resmi untuk judul berikutnya, namun pernyataan Hara mengindikasikan bahwa masa development tidak akan lagi tersendat seperti periode 2016-2024.
Dengan momentum positif ini, Bandai tampaknya serius menjadikan Digimon Story sebagai salah satu pilar JRPG andalan mereka di pasar global. Pemain Indonesia yang selama ini mengandalkan platform Steam dan konsol bisa mengantisipasi pengumuman lebih lanjut dalam satu hingga dua tahun ke depan.