KALIMANTAN UTARA — Beban utang EA yang disebut mencapai USD 20 miliar (sekitar Rp 324 triliun) membuat penerbit ini diprediksi bakal lebih agresif menggarap franchise paling laris. Fokus pada potensi pendapatan seperti EA Sports FC Ultimate Team dan Apex Legends dikhawatirkan menyingkirkan game single-player yang dianggap kurang menguntungkan. BioWare, yang sempat kesulitan dengan Dragon Age: The Veilguard, menjadi salah satu studio yang paling rentan.
Mengapa BioWare dan Mass Effect Jadi Prioritas yang Diragukan
Emmanuel Rosier, yang menghabiskan sembilan tahun sebagai manajer senior di EA sebelum pindah menjadi direktur market intelligence di Newzoo, secara gamblang menyampaikan keraguannya. Ia menilai IP milik BioWare berada di posisi yang sulit karena performa studio dan brand-nya yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.
"Lalu di tengahnya ada IP seperti IP BioWare," ujar Rosier kepada PC Gamer. "Mereka kesulitan sebagai studio, sebagai brand juga kesulitan dalam beberapa tahun terakhir, dan saya tidak tahu apakah mereka akan tetap mendanai yang satu itu. Saya pikir itu tanda tanya terbesar bagi saya."
Saat ditanya apakah EA benar-benar akan melepas BioWare dan membatalkan proyek Mass Effect, jawabannya tidak melegakan. "Saya akan percaya kalau sudah melihatnya, game Mass Effect berikutnya, begitulah kira-kira," tegasnya.
Keraguan Juga Datang dari Mantan Veteran BioWare
Keraguan serupa datang dari Mark Darrah, veteran BioWare yang pernah terlibat dalam seri Dragon Age dan Mass Effect. Menanggapi pengumuman awal akuisisi, Darrah memperkirakan EA bisa menjual studio yang kurang beruntung dalam beberapa tahun terakhir. Kriteria lainnya adalah studio yang tidak terlalu menguntungkan, lama tidak merilis game, atau membuat "jenis game yang tidak lagi diminati perusahaan baru ini".
Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian besar soal arah EA di bawah kepemilikan penuh PIF. Sebelumnya, EA dan BioWare sempat menggoda penggemar dengan teaser Mass Effect baru pada 2023, namun belum ada kabar lanjutan yang konkret.
Skema PHK dan Pembatalan Proyek di Depan Mata
Sejumlah pakar industri yang dihubungi mengungkap beberapa skenario yang mungkin terjadi di bawah manajemen baru. Selain penjualan studio yang bermasalah, potensi PHK besar-besaran dan pembatalan proyek yang tidak sejalan dengan strategi bisnis baru menjadi momok yang nyata. Budaya perusahaan pun diprediksi akan mengalami perombakan signifikan.
Bagi pemain di Indonesia yang menantikan kelanjutan kisah Commander Shepard atau cerita anyar di alam semesta Mass Effect, kabar ini jelas bukan angin segar. Masa depan salah satu waralaba RPG paling ikonik di industri kini menggantung, menunggu keputusan bisnis dari pemilik baru EA.