Kodim 0907/Tarakan bersama Pemkot Tarakan dan instansi terkait berkolaborasi menangani kebakaran endapan batu bara bawah tanah di akses Jalan menuju Pantai Amal, Tarakan Timur. Penanganan difokuskan pada penyemprotan cairan kimia khusus untuk mencegah meluasnya titik api dan polusi asap di kawasan tersebut.
TARAKAN — Kebakaran endapan batu bara bawah tanah di akses Jalan menuju Pantai Amal, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, kini ditangani dengan metode penyemprotan cairan kimia khusus penahan oksidasi. Langkah ini diambil untuk menghindari efek oxygen enrichment yang justru dapat memperbesar api.
Komandan Kodim (Dandim) 0907/Tarakan, Letkol Inf Danan Wisnubrata, mengatakan pihaknya bergerak cepat bersama Pemkot Tarakan dan instansi terkait sejak Senin (24/8). Peristiwa ini dipicu oleh kemarau panjang dan cuaca panas ekstrem yang membuat lapisan batubara di bawah permukaan tanah ikut terbakar.
Warga Diminta Laporkan Titik Api ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas
Dandim mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Tarakan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan di lingkungan masing-masing. Ia meminta warga tidak ragu melapor jika menemukan titik api.
"Apabila ada terjadi kebakaran lahan di sekitar lingkungannya, segera melaporkan dan berkoordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau siapapun petugas yang ada di situ," tegas Danan di Tarakan, Selasa.
Meski jumlah titik api di Kota Tarakan relatif sedikit dibandingkan daerah lain di Kalimantan, penanganan cepat tetap diprioritaskan. "Alhamdulillah untuk Kota Tarakan hanya ada beberapa, tapi kita tetap harus waspada supaya Kota Tarakan ini bisa zero atau nol titik api. Itu harapan kita semua," ujarnya.
Akses Jalan Pantai Amal Lama Ditutup Sementara
Pemkot Tarakan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil langkah tanggap darurat dengan menutup sementara akses Jalan Pantai Amal Lama. Penutupan ini menyusul fenomena coal seam fire yang mengancam keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.
Warga dan pelajar di sekitar lokasi diminta disiplin menggunakan masker untuk mengantisipasi paparan gas berbahaya dari pembakaran batubara bawah tanah tersebut. Kebakaran yang terjadi di dekat Universitas Borneo Tarakan (UBT) ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan polusi asap dalam skala lebih luas.