Pencarian

Jalan Amal Lama Tarakan Ditutup Sementara, Bara Batu Bara Diduga Gerus Badan Jalan hingga Keropos

Senin, 24 Agustus 2026 • 16:16:01 WIB
Jalan Amal Lama Tarakan Ditutup Sementara, Bara Batu Bara Diduga Gerus Badan Jalan hingga Keropos
Petugas meninjau kondisi Jalan Amal Lama Nomor 1, Tarakan Timur, yang ditutup sementara akibat bara batu bara yang membara di bawah permukaan aspal.

TARAKAN — Jalan Amal Lama No. 1, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, kini tidak bisa dilalui kendaraan. Pemkot Tarakan memutuskan menutup akses dari dua arah, baik dari sisi Amal maupun dari arah Universitas Borneo Tarakan (UBT), menyusul temuan bara batu bara yang membara di bawah permukaan aspal.

Keputusan ini diambil setelah Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, bersama sejumlah instansi terkait meninjau langsung lokasi pada Senin (24/5/2026). Dari pemeriksaan awal, badan jalan di lokasi tersebut diduga telah kehilangan struktur penyangga akibat bara yang merambat pelan di bawah tanah.

Jalan Dikhawatirkan Runtuh Sewaktu-Waktu

Khairul mengatakan, kondisi bawah jalan sudah tidak aman untuk dilewati. Ia menyebut batu bara yang terbakar telah membuat rongga di bawah permukaan aspal.

"Keputusan kita, satu bahwa ini jalan kita tutup sementara, sampai dilakukan penanganan secara menyeluruh. Karena batu baranya kelihatannya di bawah sudah separuh jalan ini sudah keruak, sudah kosong di bawah ini, khawatir runtuh," ujarnya, Senin (24/5/2026).

Penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan. "Kalau pas enggak ada orang lewat masih lumayan, kalau pas ada orang lewat kan bahaya," pungkasnya.

Ini Jalur Alternatif Menuju Pantai Amal

Meski akses utama ditutup, warga dan pengunjung tetap bisa mencapai kawasan wisata Pantai Amal melalui jalur lain. Pemkot Tarakan menyiapkan dua rute alternatif yang bisa digunakan.

  • Dari arah kota: pengendara dapat melintasi jalan di depan kawasan Marinir, kemudian masuk ke jalan beton dan jembatan yang menyusuri kawasan wisata menuju Pantai Ratu Intan.
  • Dari wilayah Amal dan sekitarnya: masyarakat bisa memanfaatkan jalur melalui Karungan, RT 5, hingga Mamburungan Timur. Pemkot juga mempertimbangkan pemanfaatan akses TMB yang terhubung kembali ke kawasan depan Marinir.

Sosialisasi terkait penutupan jalan dan penggunaan jalur alternatif akan dilakukan oleh pemerintah bersama aparat, kecamatan, dan kelurahan setempat.

Penanganan: Jalan Diputus, Bara Dikeruk, Lalu Disiram

Pemkot Tarakan menargetkan pekerjaan penanganan dimulai secepatnya, idealnya pada hari yang sama atau paling lambat keesokan harinya. Badan jalan di lokasi terdampak akan diputus dan dilakukan pengerukan untuk menghentikan rambatan bara.

"Diputus jalannya, dikeruk, lalu ditimbun lagi, disiram, dan yang sudah terbakar dimatikan," kata Khairul.

Selain pengerukan, Pemkot akan membuat kolam-kolam kecil di sekitar lokasi. Langkah ini merupakan rekomendasi teknis dari pihak yang berpengalaman menangani kasus serupa, termasuk Pertamina dan Sucofindo.

Luas Area Terdampak Belum Bisa Dipastikan

Hingga saat ini, luas area yang terdampak belum dapat dipastikan. Api diduga merambat di bawah permukaan tanah, sehingga area yang terlihat di atas hanya sebagian kecil dari dampak sebenarnya.

"Ini kan kita enggak tahu dalam merembetnya. Api kan merembetnya pelan-pelan biasanya, kayak sekam. Ini sama, api dalam batu bara," jelasnya.

Penanganan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan. Unsur TNI dan Polri juga dikerahkan untuk pengamanan dan kondisi darurat. Pemkot juga akan berkoordinasi dengan pihak Universitas Borneo Tarakan yang lokasinya paling dekat dengan titik terdampak.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: benuanta.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks