Pencarian

GOTO Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar di Kuartal III-2026, EBITDA Melonjak 84%

Jumat, 30 Oktober 2026 • 12:55:30 WIB
GOTO Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar di Kuartal III-2026, EBITDA Melonjak 84%
Laporan keuangan kuartal III-2026 GOTO menunjukkan laba bersih Rp441 miliar dan EBITDA yang disesuaikan tumbuh 84%.

KALIMANTAN UTARA — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan laba bersih Rp441 miliar pada kuartal III-2026, menandai kuartal ketiga berturut-turut perseroan mencetak keuntungan. Capaian itu diraih meski bisnis GOTO menanggung dampak penuh kenaikan komisi 8% pada layanan GoRide sepanjang kuartal tersebut.

Pendapatan bersih GOTO naik 17% secara tahunan menjadi Rp5,6 triliun, sementara EBITDA Grup yang disesuaikan tumbuh 84% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp950 miliar. Kinerja itu disampaikan perseroan dalam laporan keuangan kuartal III-2026.

Dari sisi aktivitas pengguna, jumlah pengguna bertransaksi tahunan atau annual transacting users (ATU) naik 16% YoY menjadi 72,5 juta. Nilai transaksi bruto atau GTV inti melonjak 89% YoY menjadi Rp194 triliun.

Komisi 8% GoRide Jadi Penekan Selama Satu Kuartal Penuh

CEO GOTO Hans Patuwo menyebut penerapan komisi 8% pada layanan transportasi roda dua GoRide memberi dampak cukup signifikan terhadap kinerja perseroan pada kuartal III-2026. Dampak itu mulai dirasakan selama satu kuartal penuh.

"Hasil ini dicapai di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir," ujar Hans Patuwo dalam keterangan resmi perseroan.

Meski menekan sisi biaya pengguna, kenaikan komisi tidak sampai menggerus profitabilitas GOTO. EBITDA yang disesuaikan justru melesat 84% YoY, menandakan perbaikan struktur biaya perseroan berjalan lebih cepat ketimbang tekanan yang muncul dari perubahan skema komisi.

Apa Artinya bagi Investor GOTO

Laba bersih Rp441 miliar memperpanjang rentetan kuartal profitabel GOTO menjadi tiga kali beruntun. Bagi pemegang saham, rangkaian itu menjadi sinyal bahwa strategi efisiensi perseroan tidak lagi bergantung pada satu lini bisnis semata.

Pertumbuhan GTV inti 89% YoY juga menunjukkan volume transaksi di ekosistem Gojek dan Gopay tetap ekspansif, walau komisi GoRide naik. Artinya, kenaikan tarif tidak serta-merta menurunkan frekuensi transaksi pengguna.

Pasar akan mencermati apakah tren profitabilitas ini berlanjut ke kuartal IV-2026, terutama setelah dampak penuh komisi 8% terserap sepenuhnya dalam basis biaya pengguna. Perseroan menyebut telah mengerek pedoman kinerja seiring capaian kuartal III-2026, tanpa merinci angka targetnya dalam keterangan tersebut.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks