KALIMANTAN UTARA — Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, menerima kunjungan Executive Vice President Telkom Regional Kalimantan, Reni Yustiani, di kantor wali kota, Rabu (11/6/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis, mulai dari pengembangan jaringan telekomunikasi, distribusi jaringan premium, hingga penguatan keamanan data perangkat daerah.
Salah satu poin krusial yang mengemuka adalah soal keamanan data. Dengan semakin banyaknya layanan pemerintahan yang beralih ke sistem digital, risiko kebocoran data menjadi perhatian serius. Telkom menawarkan solusi infrastruktur yang tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki lapisan keamanan berlapis untuk melindungi data warga dan perangkat daerah.
Selain itu, distribusi jaringan premium juga menjadi bahasan utama. Pemerintah kota ingin memastikan bahwa konektivitas di kantor-kantor dinas dan fasilitas publik tidak terputus dan memiliki kapasitas yang memadai untuk menunjang operasional harian. "Dukungan infrastruktur digital yang kuat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan birokrasi yang modern, efisien, dan responsif," ujar Yamin dalam pernyataannya.
Alih-alih langsung meneken proyek besar, Pemko Banjarmasin dan Telkom sepakat untuk memulai dengan langkah taktis. Kedua pihak akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di lingkungan pemerintahan kota. Pendekatan ini dipilih agar sistem digital yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar proyek seremonial.
Reni Yustiani menyambut baik inisiatif ini. Ia menegaskan komitmen Telkom untuk menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan. "Kami optimistis sinergi ini bisa mempercepat pembangunan digital di Banjarmasin," katanya.
Bagi warga Banjarmasin, kolaborasi ini bukan sekadar urusan teknis di balik layar. Jika berjalan mulus, dampaknya akan terasa langsung pada pelayanan publik. Mulai dari pengurusan administrasi kependudukan yang bisa dilakukan secara daring tanpa antre panjang, hingga sistem pengaduan masyarakat yang lebih transparan dan cepat ditindaklanjuti.
Dengan fondasi jaringan yang kuat dan data yang aman, pemerintah kota juga bisa mengembangkan aplikasi-aplikasi pintar lainnya, seperti sistem pemantauan banjir atau layanan kesehatan jarak jauh. Kota Banjarmasin, yang dikenal dengan julukan Seribu Sungai, membutuhkan solusi digital yang tangguh untuk mengatasi tantangan geografis dan demografisnya.
Ke depan, evaluasi bersama antara Pemko dan Telkom akan menjadi penentu seberapa cepat ekosistem digital ini bisa terwujud. Kedua pihak optimistis, dengan sinergi yang semakin erat, Banjarmasin bisa menjadi salah satu contoh sukses transformasi digital di Kalimantan.