Liga Universitas 2026 Hadirkan Booth Mind Corner untuk Kampanye Kesehatan Mental Pemain dan Suporter

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:14:01 WIB
Booth Mind Corner di Liga Universitas 2026 menyediakan layanan konsultasi psikolog bagi pemain dan suporter.

KALIMANTAN UTARA — Mind Corner bukan sekadar tenda biasa. Di dalam booth ini, peserta dan penonton bisa berkonsultasi dengan psikolog, mengikuti sesi relaksasi singkat, atau sekadar mengisi ulang energi mental di tengah hiruk-pikuk pertandingan. Kehadirannya di setiap venue Liga Universitas 2026 menjadi bukti bahwa kesehatan mental kini dianggap sama pentingnya dengan kebugaran fisik.

Bukan Sekadar Isu Fisik, Mental Juga Butuh Perhatian

Sepakbola selama ini identik dengan cedera otot atau patah tulang. Padahal, tekanan mental akibat jadwal padat, ekspektasi tinggi, hingga teror dari suporter lawan juga bisa menghancurkan performa pemain. Melalui Mind Corner, penyelenggara ingin memutus stigma bahwa urusan psikologis adalah sesuatu yang tabu dibicarakan di kalangan atlet.

"Kami ingin pemain sadar, meminta bantuan psikolog bukanlah tanda kelemahan," ujar salah satu panitia penyelenggara. "Justru itu bentuk kedewasaan dan profesionalisme."

Suporter Jadi Sasaran, Bukan Cuma Pemain

Uniknya, booth ini juga terbuka untuk suporter. Langkah ini diambil karena tekanan psikologis tidak hanya dialami oleh pemain di lapangan. Suporter yang larut dalam euforia atau kekecewaan berat usai laga kerap mengalami kelelahan emosional. Dengan layanan konseling singkat, mereka diharapkan bisa pulang dengan kondisi mental yang lebih stabil.

Beberapa pengunjung yang mencoba fasilitas ini mengaku terbantu. "Awalnya saya pikir ini cuma gimmick. Tapi setelah ngobrol dengan psikolog di sini, ternyata ada beban yang terasa lebih ringan," kata salah satu mahasiswa yang hadir sebagai suporter.

Langkah Kecil dengan Dampak Besar

Liga Universitas 2026 memang belum sebesar kompetisi profesional. Namun, langkah berani ini layak diapresiasi karena menempatkan kesejahteraan mental sebagai prioritas. Jika konsisten, inisiatif Mind Corner bisa menjadi cetak biru bagi turnamen-turnamen lain di Indonesia untuk melakukan hal serupa.

Ke depannya, panitia berencana memperluas layanan dengan menghadirkan sesi diskusi kelompok dan workshop manajemen stres. Semua ini demi satu tujuan: sepakbola yang sehat tidak hanya dari fisik, tapi juga dari pikiran.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top