KALIMANTAN UTARA — Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bagi investor yang menjadikan emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Harga buyback atau harga yang diterima saat menjual kembali emas Antam juga ikut terangkat. Antam menetapkan harga buyback hari ini naik Rp 12.000 menjadi Rp 2.565.000 per gram.
Investor perlu mencermati spread atau selisih antara harga jual dan harga buyback yang mencapai Rp 146.000 per gram. Angka ini setara dengan 5,4% dari harga jual. Selisih ini merupakan biaya yang harus ditanggung jika investor ingin mencairkan investasinya dalam jangka pendek.
Untuk investasi jangka panjang, kenaikan harga emas yang konsisten biasanya mampu menutup selisih tersebut. Namun, trader harian perlu memperhitungkan biaya ini sebagai komponen kerugian potensial saat transaksi jual-beli.
Antam juga menerbitkan harga untuk bobot yang lebih besar. Berikut rincian harga emas batangan Antam untuk beberapa ukuran yang umum diperdagangkan:
Kenaikan harga emas global menjadi pendorong utama. Logam mulia di pasar internasional terus menguat seiring ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan memangkas suku bunga acuannya pada semester kedua 2026. Suku bunga yang lebih rendah membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil (yield) menjadi lebih menarik dibandingkan obligasi.
Selain itu, permintaan fisik dari bank sentral berbagai negara masih tinggi. Data terbaru menunjukkan pembelian emas oleh bank sentral global tetap solid sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa dari dolar AS.
Bagi investor yang belum memiliki emas, harga saat ini terbilang tinggi secara historis. Namun, analis pasar melihat potensi kenaikan masih terbuka jika The Fed benar-benar memangkas suku bunga. Risiko utamanya adalah koreksi harga jika data ekonomi AS mendadak membaik dan menunda pemangkasan suku bunga.
Investasi mengandung risiko. Keputusan pembelian sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan horizon investasi masing-masing.