KALIMANTAN UTARA — Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, menyatakan masa transisi musim membuat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih terbuka lebar. Kondisi ini, kata dia, secara langsung meningkatkan risiko banjir di dataran rendah serta tanah longsor di kawasan dengan kontur tebing curam.
“Memang benar berdasarkan informasi BMKG, masa transisi ini hujan diperkirakan masih terjadi hingga akhir Juni dengan curah hujan yang cukup tinggi,” ujar Suwarso di Samarinda, Rabu (17/6/2026). Ia menambahkan, peluang hujan deras masih besar selama masa peralihan musim ini, sehingga masyarakat tidak boleh mengabaikan perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa pekan ke depan.
Menurut Suwarso, warga yang bermukim di zona rawan longsor harus meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun dalam durasi panjang atau dengan intensitas tinggi. Tanah yang jenuh air, jelasnya, sangat berpotensi memicu pergerakan tanah dan mengancam permukiman di sekitar lereng maupun tebing.
BPBD Samarinda telah memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan sebagai bagian dari langkah mitigasi. Suwarso berharap, keberadaan rambu itu tidak hanya memberi informasi tentang tingkat kerawanan suatu wilayah, tetapi juga mendorong warga untuk lebih berhati-hati saat cuaca ekstrem terjadi.
“Untuk bersiap melakukan evakuasi ke tempat-tempat aman terdekat atau rumah keluarga yang lebih aman,” tegasnya. Ia menekankan, masyarakat jangan menunggu hingga kondisi memburuk untuk menyelamatkan diri dan anggota keluarga.
Suwarso menambahkan, kesiapsiagaan warga menjadi faktor krusial dalam menekan risiko korban jiwa saat bencana terjadi. Ia mengingatkan agar warga di kawasan rawan sudah mengetahui jalur evakuasi, lokasi pengungsian sementara, serta titik aman yang bisa dijangkau dengan cepat dalam kondisi darurat.