TARAKAN — Peringatan dini itu mencakup potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba di sejumlah wilayah. Forecaster BMKG Tarakan menyebut kondisi atmosfer di Kalimantan Utara masih mendukung pertumbuhan awan hujan selama periode tersebut.
Wilayah Mana yang Paling Berpotensi Terdampak?
Berdasarkan infografis resmi BMKG, pada Sabtu, 13 Juni 2026, status waspada diberlakukan khusus untuk Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau. Untuk level siaga maupun awas, tidak ada wilayah di Kalimantan Utara yang masuk kategori tersebut.
Memasuki Minggu, 14 Juni dan Senin, 15 Juni 2026, seluruh wilayah Kalimantan Utara masih berada pada level waspada. Namun, BMKG belum merinci daerah spesifik yang masuk daftar prioritas pada level lebih tinggi.
Hujan Lebat Bisa Datang Mendadak, Warga Diimbau Siap Siaga
Forecaster BMKG Tarakan menekankan bahwa meski sebagian besar wilayah hanya berstatus waspada, potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang tetap bisa terjadi secara lokal dalam durasi singkat.
“Masyarakat diimbau untuk tetap memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG. Meski sebagian wilayah hanya berada pada level waspada, potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan genangan, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas transportasi,” ujar Forecaster BMKG Tarakan.
Siapa Saja yang Perlu Lebih Waspada?
BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, nelayan, pelaku transportasi, serta warga yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Informasi prakiraan cuaca hingga tingkat kelurahan bisa diakses melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi BMKG, dan platform ISDP BMKG.
Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi cuaca yang belum terverifikasi dan selalu mengacu pada pembaruan resmi guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di Kalimantan Utara.