TARAKAN — Rapat koordinasi panitia pelaksana Iraw Tengkayu XV digelar untuk mematangkan persiapan menjelang pesta adat terbesar masyarakat Tidung itu. Rakor dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Alias, S.KM., M.Kes., dan dihadiri jajaran dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata setempat.
Camat Tarakan Utara, Sisca Maya Crenata, yang didampingi Tenaga Non ASN Kecamatan Tarakan Utara, Muhammad Rizal, hadir dalam forum tersebut. Ia menegaskan bahwa Iraw Tengkayu bukan agenda seremonial belaka, melainkan identitas budaya yang harus dilestarikan lintas generasi.
Warisan Budaya Masyarakat Pesisir yang Sarat Makna
Iraw Tengkayu lahir dari tradisi masyarakat Tidung sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut yang menjadi sumber penghidupan utama warga pesisir. Tradisi ini dikenal pula sebagai pesta laut yang sarat nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap alam.
“Iraw Tengkayu merupakan identitas budaya yang sangat penting bagi masyarakat Tarakan, khususnya masyarakat Tidung. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya melestarikan tradisi leluhur, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda dan masyarakat luas,” ujar Sisca dalam keterangannya.
Kolaborasi Lintas Elemen untuk Suksesnya Acara
Menurut Sisca, keberhasilan penyelenggaraan Iraw Tengkayu XV membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak. Mulai dari pemerintah, panitia pelaksana, tokoh adat, hingga masyarakat umum harus bergerak bersama.
“Kami siap mendukung dan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Iraw Tengkayu XV. Harapannya, kegiatan ini dapat berjalan aman, tertib, dan semakin memperkuat rasa kebersamaan serta kecintaan terhadap budaya daerah,” tambahnya.
Pemkot Targetkan Iraw Tengkayu Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
Melalui pelaksanaan Iraw Tengkayu XV pada 2026, Pemerintah Kota Tarakan berharap tradisi budaya lokal tidak hanya lestari, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata budaya. Sektor pariwisata daerah diharapkan ikut terdorong dari gelaran tahunan ini.
Rapat koordinasi yang dipimpin Plt Sekda Alias itu turut membahas pembagian tugas antarpanitia dan koordinasi teknis lapangan. Semua pihak diminta memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa mengabaikan protokol adat yang telah diwariskan turun-temurun.