KALIMANTAN UTARA — Pusat gempa berada di darat, tepatnya 28 kilometer timur laut Sigi, dengan kedalaman dangkal. Guncangan dilaporkan terasa oleh warga di sekitar pusat gempa.
BMKG mencatat getaran mencapai skala intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity) di wilayah Sigi. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang, terutama yang sedang beristirahat atau di dalam ruangan.
“Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat,” tulis BMKG dalam keterangan resmi, tanpa merinci durasi getaran.
BMKG mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat di lokasi terdampak. Prioritas utama adalah menjaga ketenangan dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” demikian pernyataan resmi BMKG.
Lembaga tersebut juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi kerusakan bangunan. Getaran gempa, meski kecil, bisa memperlemah struktur bangunan yang sudah retak sebelumnya.
BMKG merekomendasikan warga memeriksa kondisi rumah sebelum kembali beraktivitas di dalam gedung. “Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” tulis BMKG.
Pemeriksaan menyeluruh terhadap dinding, tiang, dan atap sangat dianjurkan. Jika ditemukan keretakan baru atau tanda ketidakstabilan, warga diminta segera mengungsi ke tempat aman dan melapor ke pihak berwenang setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan infrastruktur signifikan akibat gempa berkekuatan kecil ini. BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Tengah.