BULUNGAN — Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Bulungan, Setim Jalung, mengatakan kabut asap yang muncul belakangan ini belum tergolong ekstrem. Karena itu, proses belajar mengajar di sekolah masih berjalan normal seperti biasa.
“Untuk saat ini belum ada yang sampai berdampak. Jadi pembelajaran masih berjalan seadanya, tapi kita imbau supaya tetap waspada dan antisipasi,” ucapnya, Selasa (25/8/2026).
Hingga kini, Disdikbud Bulungan belum mengeluarkan kebijakan untuk mengalihkan pembelajaran menjadi daring atau memberlakukan belajar dari rumah. Sekolah hanya diminta untuk menyesuaikan aktivitas, terutama yang dilakukan di luar ruangan.
“Kita sarankan supaya mengurangi aktivitas di luar ruangan,” katanya.
Imbauan ini menyasar kegiatan-kegiatan yang tidak mendesak dan berpotensi membuat siswa terpapar udara buruk dalam waktu lama. Jika kondisi kabut asap semakin pekat, sekolah diminta untuk menunda kegiatan tersebut.
Disdikbud Bulungan memberikan ruang bagi masing-masing sekolah untuk menyesuaikan kegiatan dengan kondisi di wilayahnya. Keselamatan dan kesehatan warga sekolah menjadi prioritas utama dalam penyesuaian ini.
Sampai saat ini, Disdikbud Bulungan belum menerima laporan adanya gangguan kesehatan di lingkungan sekolah yang berkaitan dengan kabut asap. Meski demikian, langkah pencegahan tetap disiapkan melalui surat edaran sebagai bentuk antisipasi dini.
“Belum ada yang berdampak sampai saat ini. Tapi lebih baik kita melakukan pencegahan sebelum ada dampak bagi siswa,” ungkapnya.
Selain mengimbau sekolah, Disdikbud Bulungan juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Aktivitas pembakaran di sejumlah lokasi dinilai berpotensi memperburuk kualitas udara dan meningkatkan kepulan asap.
Kondisi kabut asap akan terus dipantau. Jika kualitas udara memburuk dan mulai berdampak terhadap kesehatan siswa maupun tenaga pendidik, penyesuaian kegiatan pembelajaran akan dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan.