BULUNGAN — Kerumunan anak muda mulai memadati area Kebun Raya Bundayati sejak sore. Mereka datang berbondong-bondong, memenuhi setiap sudut lokasi yang juga diisi puluhan stan UMKM. Gelaran yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) Kaltara ini berlangsung hingga 30 Agustus 2026 dengan tema "Kreasi Benuanta Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi Masa Depan."
Salah satu pengunjung, Olivia, mengaku menempuh perjalanan lintas kabupaten hanya untuk menyaksikan penampilan Pamungkas. Perjalanan panjang itu terbayar lunas saat penyanyi yang digandrungi generasi Z itu akhirnya naik ke panggung.
"Jauh-jauh dari Berau, jadi saya sangat senang bisa lihat secara langsung. Tadi juga seru sekali karena ramai," ujarnya di sela acara.
Antrean panjang untuk mendapatkan tiket pun tak menyurutkan niat para penggemar. Suasana semakin semarak seiring malam bergulir, dengan lautan penonton yang ikut bernyanyi di setiap lagu yang dibawakan.
Di balik kemeriahan konser, KKB 2026 menjadi ajang strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kaltara untuk memperkenalkan produknya. Beragam produk lokal ditampilkan, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga hasil kreativitas masyarakat lainnya.
Pengunjung lain, Sekar, menilai kehadiran musisi papan atas seperti Pamungkas menjadi daya tarik tambahan yang membuat acara ini lebih hidup. Menurutnya, kolaborasi antara hiburan dan pemberdayaan ekonomi ini patut diapresiasi.
"Iya senang, apalagi ini tidak hanya kegiatannya saja, namun ada penampilan penyanyi Pamungkas. Jadi senang bisa lihat secara langsung," kata Sekar.
Olivia berharap KKB bisa kembali digelar secara rutin setiap tahun. Ia pun memberi masukan agar panitia menghadirkan lebih banyak musisi yang relevan dengan selera anak muda masa kini.
"Saya berharap kalau bisa setiap tahun, penyanyinya juga yang lebih generasi Z lagi karena banyak yang hadir anak muda semua," harapnya.
Melalui kegiatan tahunan yang memasuki edisi ketujuh ini, BI Kaltara berupaya mendorong UMKM lokal agar semakin dikenal luas dan mampu naik kelas. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ekonomi kreatif dan hiburan dapat berjalan beriringan untuk menggerakkan roda perekonomian daerah.