KALIMANTAN UTARA — Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Angka ini bukan ukuran tunggal kondisi ekonomi, melainkan gambaran posisi dalam pemeringkatan kesejahteraan.
Pemicu Perubahan Posisi Desil
Posisi desil dapat bergeser ketika kondisi sosial ekonomi keluarga berubah atau ketika posisi relatifnya berubah dibandingkan keluarga lain. Karena DTSEN terus diperbarui, hasil pemutakhiran dan penghitungan ulang bisa menghasilkan posisi yang berbeda.
Pembaruan data berasal dari berbagai sumber: data administrasi, sensus dan survei, pembaruan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah, pengecekan lapangan (ground check), dan informasi masyarakat melalui kanal resmi.
Penilaian Tidak Berdasarkan Satu Indikator Tunggal
BPS mempertimbangkan banyak karakteristik secara bersamaan dalam menentukan desil. Mulai dari kondisi tempat tinggal, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya serta konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga disabilitas.
Konsekuensinya, perubahan pada satu kondisi tidak serta-merta mengubah desil. Contohnya, perubahan daya listrik saja tidak otomatis memindahkan keluarga ke desil lain karena data tersebut dipertimbangkan bersama karakteristik lainnya.
Metode Statistik di Balik Penentuan Desil
Penentuan desil tidak didasarkan semata-mata pada pendapatan, pekerjaan, kepemilikan barang tertentu, atau daya listrik. BPS menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan berdasarkan karakteristik yang dapat diamati.
Dengan pendekatan ini, kondisi ekonomi keluarga dinilai melalui kombinasi berbagai informasi, bukan berdasarkan satu ukuran saja.
Pengajuan Pembaruan Data Tidak Menjamin Perubahan Desil
Masyarakat yang menemukan data diri atau keluarganya belum sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan pembaruan melalui mekanisme yang tersedia. Namun, informasi yang disampaikan akan menjadi bagian dari proses pemutakhiran, bukan penentu langsung.
Setelah data diperbarui, posisi desil tetap dihitung berdasarkan data dan metode yang berlaku. Masyarakat tidak dapat menentukan sendiri ingin masuk ke desil tertentu karena posisi ditetapkan dari hasil pemeringkatan seluruh karakteristik sosial ekonomi dalam DTSEN.
Bagi warga yang ingin memastikan data atau mengajukan koreksi, informasi lengkap mengenai mekanisme pembaruan dapat diakses melalui kanal resmi BPS dan kementerian/lembaga terkait. Waspadai pihak yang menjanjikan perubahan desil atau pencairan bantuan dengan imbalan tertentu, karena proses ini tidak dipungut biaya.