KALIMANTAN UTARA — Banyak orang tua merasa cukup setelah menyajikan sayur, lauk, dan buah setiap hari. Namun, Asmirandah mengungkapkan bahwa pendekatan ini seringkali masih menyisakan celah. "Untuk mendapatkan nutrisi yang lebih banyak, dari makanan saja itu sebenarnya tidak cukup," ujarnya dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Kamis (27/8).
Meski sudah memberikan real food atau makanan utuh, ia menyadari selalu ada zat gizi tertentu yang mungkin terlewat. Hal ini disampaikan dokter saat ia berkonsultasi mengenai tumbuh kembang Chloe. Kekhawatiran ini wajar, terutama di masa pertumbuhan anak yang membutuhkan asupan spesifik setiap harinya.
Memahami Penyerapan Zat Besi dari Sumber Hewani dan Nabati
Salah satu tantangan terbesar yang disoroti adalah pemenuhan zat besi. Asmirandah menjelaskan perbedaan mendasar yang perlu dipahami orang tua. Zat besi dari sumber hewani, seperti daging dan hati, cenderung lebih cepat diserap oleh tubuh anak.
Sementara itu, zat besi dari sumber nabati—misalnya sayuran hijau—membutuhkan "teman" agar penyerapannya optimal. "Kalau dari non-hewani, seperti sayuran yang mengandung zat besi, itu harus dikombinasikan dengan vitamin C supaya lebih baik penyerapannya," jelas ibu satu anak ini. Kombinasi ini bisa dilakukan dengan menambahkan perasan jeruk nipis atau menyajikan buah kaya vitamin C sebagai pencuci mulut.
Peran Susu dalam Menutup Kekurangan Gizi Harian
Untuk memastikan tidak ada nutrisi yang terlewat, Asmirandah menjadikan susu sebagai bagian dari ritual harian Chloe. Menurutnya, susu berperan penting untuk melengkapi asupan yang sulit didapat hanya dari makanan padat. "Kalau buat saya, supaya tumbuh kembangnya lebih optimal lagi, itu juga membutuhkan susu," katanya.
Kebiasaan ini konsisten ia terapkan, yaitu dua kali sehari dengan porsi satu cup setiap kali minum. Langkah ini menjadi solusi praktis bagi orang tua yang sibuk namun ingin memastikan kebutuhan kalsium, protein, dan vitamin anak tetap tercukupi di sela-sela kesibukan sekolah dan bermain.
Hasil Nyata: Memori Kuat dan Kemampuan Fokus yang Meningkat
Upaya ini tidak sia-sia. Asmirandah merasakan perkembangan signifikan pada Chloe, terutama setelah sang buah hati mulai bersekolah. Ia mengamati kemampuan kognitif anaknya berkembang pesat, salah satunya daya ingat yang luar biasa.
"Perkembangan Chloe cukup besar dan cukup optimal. Saya juga merasa nutrisi Chloe selama ini semakin baik. Misalnya memorinya luar biasa, kemudian dia aktif, sekarang juga sudah lebih fokus," tutur Asmirandah. Perubahan ini menunjukkan bahwa kombinasi makanan bergizi dan susu pendukung tumbuh kembang memberikan dampak positif pada kesiapan belajar anak.
Kapan Orang Tua Perlu Lebih Waspada?
Meski perkembangan setiap anak unik, orang tua perlu jeli terhadap tanda-tanda yang menghambat aktivitas sehari-hari. Jika si kecil terlihat lesu, sulit berkonsentrasi dalam waktu lama, atau pertumbuhannya tidak sesuai grafik di buku KIA, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak.
Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam memberikan variasi makanan dan melengkapi dengan susu yang sesuai usia. Dengan begitu, Anda telah memberikan fondasi terbaik bagi tumbuh kembangnya di masa emas ini.