KALIMANTAN UTARA — Gambar perdana Samsung Galaxy SmartTag3 beredar di internet. Pelacak pintar generasi ketiga ini masih memakai bodi persegi dengan sudut membulat, tetapi tampilannya kini lebih bersih dan modern dibanding Galaxy SmartTag2 yang meluncur Oktober 2023. Laporan GSMArena menyebut perangkat ini hadir dalam empat warna: Hitam, Putih, Biru, dan Hijau.
Kehadiran SmartTag3 menegaskan Samsung belum mundur dari pasar aksesori pelacak pintar. Kategori ini masih dikuasai Apple AirTag, dengan pesaing lain seperti Chipolo, Tile, dan perangkat berbasis jaringan Google Find Hub.
Dari gambar yang bocor, SmartTag3 punya lubang gantungan besar di bagian atas. Lubang ini memudahkan pengguna mengaitkan tag ke kunci, tas, koper, atau perlengkapan lain tanpa perlu casing tambahan.
Material bodi diperkirakan masih kombinasi plastik polikarbonat dengan rangka internal yang diperkuat. Tujuannya menjaga bobot tetap ringan sekaligus tahan benturan. Samsung juga tampaknya mempertahankan tombol fisik multifungsi di bagian tengah.
Tombol itu bisa dipakai untuk menemukan ponsel, mengontrol perangkat pintar, atau memicu automasi berbasis ekosistem SmartThings. Hingga kini, Samsung belum mengungkap spesifikasi teknis resmi SmartTag3.
Teknologi Bluetooth Low Energy dan Ultra Wideband diperkirakan tetap menjadi fitur utama. Jika mengacu pada generasi sebelumnya, SmartTag3 kemungkinan masih mendukung jaringan pencarian Samsung SmartThings Find.
Jaringan itu memanfaatkan jutaan perangkat Galaxy di seluruh dunia. Pelacakan barang jadi lebih akurat, bahkan ketika tag berada di luar jangkauan langsung pengguna.
Pada Galaxy SmartTag2, Samsung mengeklaim daya tahan baterai mencapai 700 hari dalam mode hemat daya dengan baterai kancing CR2032. Belum diketahui apakah generasi terbaru ini menawarkan peningkatan masa pakai baterai, tetapi efisiensi daya jadi aspek yang paling mungkin ditingkatkan.
Belum ada informasi resmi soal harga. Sebagai gambaran, Galaxy SmartTag2 saat peluncuran global dibanderol US$29,99 (sekitar Rp527 ribuan) untuk satu unit. Paket empat unit dijual sekitar US$99,99 (sekitar Rp1,7 jutaan).
Apabila Samsung mempertahankan strategi harga yang sama, Galaxy SmartTag3 diperkirakan berada di kisaran Rp500 ribu per unit. Belum ada konfirmasi jadwal peluncuran di Indonesia, meski aksesori Samsung umumnya masuk ke pasar nasional beberapa waktu setelah peluncuran global.
Persaingan perangkat pelacak pintar global semakin ketat dalam dua tahun terakhir. Selain Apple AirTag, pasar diisi produk seperti Chipolo, Tile, hingga perangkat berbasis jaringan Google Find Hub.
Samsung punya keuntungan karena bisa mengintegrasikan SmartTag3 dengan ekosistem Galaxy. Mulai dari ponsel, tablet, jam tangan pintar, televisi, sampai perangkat rumah pintar. Strategi ini berpotensi meningkatkan loyalitas pengguna Samsung sekaligus memperkuat posisi perusahaan di kategori perangkat Internet of Things atau IoT.
Bocoran desain yang muncul lebih awal biasanya menjadi sinyal produk telah mendekati fase pengumuman resmi. Pilihan warna yang lebih beragam menunjukkan Samsung ingin menjadikan perangkat ini tidak hanya fungsional, tetapi juga punya nilai estetika.
Secara keseluruhan, Galaxy SmartTag3 tampak hadir sebagai penyempurnaan dari generasi sebelumnya, bukan perubahan besar yang revolusioner. Fokus Samsung terlihat mengarah pada desain yang lebih segar, integrasi ekosistem yang lebih kuat, serta pengalaman pelacakan yang semakin praktis. Pengguna Galaxy yang sering kehilangan barang kecil jadi target paling masuk akal untuk aksesori ini.