TARAKAN — Kedatangan rombongan Pemprov NTT disambut langsung Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang di Gedung VIP Bandara Juwata Tarakan. Wagub NTT Johni Asadoma memimpin delegasi yang akan berada di Kaltara selama empat hari ke depan.
Agenda utama kunjungan menyasar mekanisme PKAA yang selama ini diterapkan Kaltara. Rombongan NTT akan menelusuri proses pendataan kendaraan di atas air, penetapan nilai jual kendaraan, sampai pengelolaan penerimaan pajak daerah.
Kaltara punya wilayah perairan luas dengan aktivitas transportasi air yang tinggi. Kondisi geografis itu membuat provinsi ini punya pengalaman langsung dalam memungut PKAA, sesuatu yang belum tentu dimiliki daerah lain.
Pengalaman tersebut dinilai relevan bagi NTT yang ingin mengkaji penerapan kebijakan serupa. Karakteristik wilayah dan kebutuhan daerah menjadi pertimbangan utama sebelum kebijakan itu direplikasi.
Studi tiru tidak berhenti pada aspek teknis pemungutan pajak. Kedua pemerintah daerah juga bertukar pengalaman soal pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor transportasi perairan.
Pertukaran pengetahuan itu diharapkan memperluas wawasan tata kelola pajak daerah. Pemprov NTT bisa menyusun kebijakan yang sesuai ketentuan dan kondisi wilayahnya sendiri.
Selama empat hari, rombongan NTT akan mengikuti sejumlah agenda bersama jajaran Pemprov Kaltara. Kunjungan ini juga disebut sebagai upaya memperkuat hubungan kerja sama antarkedua provinsi.
Bagi Kaltara, berbagi praktik pengelolaan pendapatan daerah menjadi bagian dari peran sebagai daerah rujukan. Bagi NTT, hasil studi tiru menjadi bahan kajian sebelum memutuskan arah kebijakan PKAA di wilayahnya.